Itu sebabnya, sejumlah anggota Komunitas Gendang Beleq Raden Nune Kebon Lelang Ampenan menyampaikan aspirasinya pada Ahda.
Dalam pertemuan yang diadakan pekan lalu, Andre, selaku perwakilan Komunitas Gendang Beleq Raden Nune menyampaikan keluh kesahnya. Ia menjelaskan kondisi aktivitas kebudayaan yang berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup Gendang Beleq.
"Gendang Beleq ini membutuhkan ruang dan kegiatan seperti festival untuk terus hidup," ungkapnya pada Ustad Ahda.
Wadah bagi kehadiran seni budaya khususnya Gendang Beleq di Kota Mataram selama ini sangat minim. Padahal, Gendang Beleq menjadi salah satu warisan budaya yang penuh nilai sejarah dan kearifan lokal. Sehingga, para pelaku seni berharap kejayaan budaya yang tak ternilai harganya ini bisa dilestarikan dan digaungkan kembali.
Menanggapi hal tersebut, Ustad Ahda berjanji akan mengakomodir aspirasi komunitas anak muda itu. Sebab, apa yang disampaikan Komunitas Gendang Beleq Raden Nuna berkaitan erat dengan salah satu dari lima ikhtiar pembangunan yang akan diwujudkannya dengan HL Makmur Said.
"Ini merupakan hal yang akan kami bangun nantinya dalam ikhtiar program Mataram Betabiq dan Mataram Creative Hub," tegasnya.
Dalam ikhtiar Mataram Betabiq, pasangan Muda akan mendorong revitalisasi kebudayaan dan spiritual yang berkesinambungan. Sedangkan Mataram Creative Hub akan kita bangun sebagai pusat aktivitas kreatif, seni dan budaya untuk masyarakat dan para pelaku kesenian.
Ahda menambahkan, ikhtiar Mataram Betabiq juga dimaksudkan agar masyarakat Kota Mataram semakin memiliki banyak SDM berkualitas. Sehingga, hal tersebut akan berpengaruh juga terhadap kehidupan seni dan budaya.
"Masyarakat Kota Mataram harus menambah SDM yang berkualitas, dengan begitu akan berpengaruh bagus terhadap interaksi seni dan budaya. Sebab lingkungan dengan SDM yang berkualitas pasti melahirkan kesadaran untuk mencintai kebudayaan," jelasnya lulusan Al-Azhar Kairo Mesir itu.
Pemaparan Ustad Ahda ini pun disambut antusias Komunitas Gendang Beleq Raden Nune. Program Mataram Betabiq dan Creative Hub menurut Andre akan mengembalikan kejayaan Gendang Beleq yang saat ini perlahan mengalami kurangnya apresiasi. Akibat lemahnya interaksi seni dan budaya di Kota Mataram antara masyarakat dan pelaku kesenian.
"Ini yang kita butuhkan. Tempat berkumpul dan kegiatan rutin yang dapat membuat lebih dekat masyarakat dengan pelaku kesenian, khususnya Gendang Beleq," pungkasnya. (ton/r3) Editor : Administrator