Dampaknya, sejumlah partai yang harus mengikuti Verifikasi Faktual (Verfak) dan Verifikasi Administrasi (Vermin), harus sudah bekerja ekstra menyiapkan diri. Mengingat tahapan akan dimulai sekitar lima bulan lagi.
Perindo salah satu partai yang akan melewati proses Verfak dan Vermin, menegaskan kesiapan dan optimismenya dapat lulus verifikasi.
“Ya kita memang harus kerja ekstra (dengan sisa waktu yang ada),” kata Ketua DPW Perindo NTB Lalu Atharifatullah, kemarin (3/1).
Athar mengatakan, Perindo dalam pemilu 2019 tidak lolos Parliamentary Threshold (PT). Tetapi partainya bukan partai baru yang harus menyiapkan perangkat dan administrasi di semua tingkatan dari awal.
“Jadi sebenarnya struktur masih ada di semua tingkatan, memang ada pergantian dan penyesuaian, termasuk saya yang ditunjuk sebagai ketua di NTB,” terangnya.
Proses pergantian nakhoda di tingkat DPW dan DPC juga melalui penunjukan oleh DPP. “Untuk DPD nanti kita di DPW mengusulkan beberapa nama yang nantinya dipilih DPP,” jelasnya.
Dengan mekanisme yang lebih ringkas ini, Athar optimis dapat menyelesaikan kepengurusan dalam waktu yang relatif singkat sesuai dengan syarat kepesertaan partai dalam pemilu.
Adapun syarat minimal pendaftaran parpol yakni memiliki kepengurusan 100 persen di tingkat provinsi, 70 persen di tingkat kabupaten/kota, 50 persen kecamatan di masing-masing kabupaten/kota.
Berikutnya lagi, harus memiliki keterwakilan perempuan minimal 30 persen, dan memiliki keanggotaan 1/1000 di setiap kabupaten/kota.
“Tuntutan dari DPP kartu keanggotaan harus baru, (dalam waktu lima bulan ke depan) kami yakin dapat mencapai target, karena kader dan simpatisan partai pasti masih loyal pada perjuang Perindo,” optimisnya.
TGB Effect
Selain itu, Athar juga optimis akan ada TGB Effect di Partai Perindo.
“Sekalipun posisi beliau (TGB, Red) bukan dalam kapasitas kader Perindo, tetapi profesional untuk Ketua Dewan Nasional Konvensi Rakyat, tetapi kita tentu berharap ada TGB Effect,” kata Athar.
Kesediaan TGH HM Zainul Majdi atau TGB sebagai Ketua Dewan Konvensi Rakyat sekaligus diharapkan menjadi garansi keseriusan Perindo mencari bibit-bibit kader terbaik untuk menyuarakan pembangunan negeri.
“Kapasitas beliau tentu diakui yang saat ini tidak lagi sebagai tokoh lokal, tetapi tokoh nasional,” ujarnya.
Maka jebolan konvensi akan dinilai sebagai figur yang kredibel dan telah teruji oleh tim atau dewan yang diketuai TGB.
“Sekalipun perlu saya garis bawahi bahwa itu (konvensi, Red) hanya salah satu cara ya, bukan satu-satunya cara, karena kalau ada figur di daerah walaupun nantinya tidak ikut dalam konvensi itu, bukan berarti tidak bisa Nyaleg lewat Perindo, tentu bisa dan ada mekanisme lain,” tekannya.
Namun yang jelas, program konvensi rakyat yang disiapkan Perindo di tingkat pusat itu, sebagai bukti partai besutan Harry Tanoesoedibjo itu, berkomitmen melahirkan figur terbaik untuk diusung di pemilu 2024.
“Kita di daerah bisa saja, mengupayakan langkah yang sama atau cara yang lain untuk menjaring figur di pemilu nanti,” pungkasnya.
Tahapan Pemilu Berpeluang Dimulai Juni
Terpisah, Komisioner KPU NTB Agus Hilman mengatakan, saat ini KPU di Pusat tengah menyusun tahapan pemilu.
“Jadi kapan tahapan resminya dimulai belum ada keputusan karena masih disusun, hanya saya secara pribadi memprediksi kemungkinan dimulai Juni,” katanya.
Hilman melanjutkan, kemungkinan dimulainya tahapan pada bulan Juni 2022, sesuai dengan amanat UU Pemilu yang masa persiapannya selama 20 bulan.
“Pasal 167 ayat 6 UU nomor 7 tahun 2017 menyebut tahapan pemilu dimulai 20 bulan sebelum hari pemungutan suara,” jelasnya. (zad/r2) Editor : Administrator