Dalam PAW itu, Mori Hanafi membacakan sendiri usulan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), untuk mengganti dirinya sebagai wakil ketua DPRD NTB yang diserahkan kepada Nauvar Furqoni Farinduan.
"Ya mudah-mudahan (Nauvar Furqoni Farinduan, Red) bisa segera bekerja juga," ucap Mori Hanafi usai sidang paripurna pada wartawan.
Mori Hanafi pun tak segan memberikan pesan khusus bagi Farin, sapaan Nauvar. Menurutnya, tantangan ke depan semakin banyak dan besar. Belum lagi situasi keuangan daerah yang masih sulit.
"Keadaan keuangan Provinsi NTB sedang tidak sehat, karena itu butuh ekstra kehati-hatian, butuh kerja yang keras dalam mengatasi kesulitan ini. Dimana kondisi ini bukan hanya dirasakan wilayah NTB namun secara nasional," terang bendahara DPD Partai Gerindra NTB ini.
Pesan serupa juga disampaikan Mori kepada pimpinan dewan yang baru yaitu Yek Agil sebagai pengganti Wakil Ketua II DPRD NTB Abdul Hadi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Yang baru, baik dari Fraksi Gerindra dan PKS untuk betul-betul bisa bekerja lebih keras," imbuhnya.
Menyinggung banyaknya pujian kepadanya karena bisa memimpin langsung sidang PAW dirinya sendiri, Mori menyebut apa yang dilakukannya adalah hal biasa.
"Memang giliran saya yang memimpin (sidang, red), gak ada yang istimewa kok," katanya disertai gelak tawa.
Dalam pergantian dirinya ini, sambung Mori, proses pergantian adalah hal biasa dalam partai politik. Sebagai salah satu kader terbaik partai berlambang kepala burung garuda, maka keputusan partai sudah seharusnya ditaati.
"Saya juga harus berikan contoh, bahwa apa pun keputusan itu harus dijalankan dengan baik. Makanya saya tidak mau menanggapi, terpenting tetap kita buktikan bahwa kita adalah kader partai dan jalankan amanat-amanat itu dengan baik," papar Mori.
Kepada para konstituen, Mori harapkan untuk tidak terlalu bereaktif. Meski itu adalah wujud kemarahan atau penolakan pergantian merupakan lumrah terjadi.
"Ndak usah terlalu kita dramatisir. Biarlah mungkin ini hanyalah masalah waktu, secara alami akan mereda dengan sendirinya," terangnya.
Sisi lain, Mori akui pergantian ini membuat bebannya sedikit berkurang. Ia bisa lebih fokus sebagai Ketua KONI NTB dan Ketua PSSI NTB.
"Ini masih berproses ya hingga dua bulan ke depan. Artinya, secara de facto saya masih jadi pimpinan DPRD hingga pelantikan," tandasnya.
Dari pantauan Lombok Post, jiwa besar Mori Hanafi dalam memimpin langsung pergantian dirinya selaku Wakil Ketua DPRD NTB dalam rapat paripurna menuai pujian dari sejumlah politisi yang ada di parlemen udayana tersebut.
"Saya kagum dan bangga dengan saudaraku H Mori Hanafi yang telah menunjukkan jiwa besar dan ketokohannya. Kesanggupan H Mori Hanafi memimpin sendiri sidang untuk pemberhentian dirinya dari wakil ketua sungguh sangat luar biasa dan telah menginspirasi saya memahami banyak hal yang tidak pernah terduga dalam hidup ini," ungkap anggota DPRD NTB dari Fraksi Partai Demokrat TGH Mahalli Fikri pada wartawan.
Senada juga diungkapkan oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat H A Rahman, yang menyanjung sikap Mori Hanafi. Dimana dia mempertontonkan jiwa dan ketokohannya saat memimpin langsung Rapat Paripurna DPRD NTB.
"Hari ini kita dipertontonkan kebesaran jiwa dan ketokohan H Mori Hanafi. Saya sendiri tidak mampu seperti beliau. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan mengangkat derajat beliau dimasa depan," cetus mantan wali kota Bima ini.
Tidak ketinggalan, pengganti Mori, Farin juga mengungkapkan rasa salutnya kepada politisi asal Bima ini yang bertindak sangat gentle memimpin langsung rapat paripurna pergantian pimpinan dewan tersebut.
"Saya bangga dan salut atas apa yang telah kami lihat hari ini, Pak Mori memimpin sendiri paripurna ini. Pak Mori telah membuktikan bahwa beliau adalah pimpinan sejati. Secara pribadi, Adinda (Farin, Red) mohon arahan dan bimbingan Abang (Mori, Red) selalu kedepannya," kata Farin.
"Jiwa besar yang ditunjukan pak Mori menjadi contoh buat kita semua. Sehat dan sukses selalu Abang," sambung Sudirsah Sujanto selaku Ketua Fraksi Partai Gerindra yang ditunjuk menggantikan posisi Farin sebagai ketua Fraksi Gerindra. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida