“Kita bersyukur yang jadi Pj Gubernur itu pak Sekda kita, yang mestinya sangat memahami anggaran dan Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) kita,” kata Zulkieflimansyah pada awak media usai menghadiri acara penandatanganan KUA PPAS APBD Perubahan 2023 di Kantor DPRD NTB, kemarin malam (6/9).
Ia menjelaskan, APBD Provinsi NTB selama ini memang memiliki ruang gerak yang terbatas selama masa kepemimpinannya. Keterbatasan pendapatan juga belanja daerah tersebut disebabkan oleh faktor bencana alam yang berturut-turut melanda bumi gora.
“Sejak gempa, kemudian covid, memang APBD kita, begitu juga di daerah dan APBN juga, memang ruang geraknya terbatas,” paparnya.
Untuk itu ia menaruh harapan besar pada kepemimpinan Pj Gubernur untuk dapat memulihkan sepenuhnya kondisi APBD perubahan tahun ini, wabilkhusus di tahun mendatang. Selain meyakini Sekda Lalu Gita Ariadi selaku Ketua TAPD Provinsi NTB, ia juga menaruh harapan agar kondisi APBD melalui rasionalisasi belanja sebesar kurang lebih Rp 100 dapat segera pulih.
“Mudah-mudahan tidak ada masalah,” do’anya.
Zul tak ingin menjawab lebih jauh mengenai Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Terutama saat ditanya mengenai kepastian pendapatan dari PT AMNT. Secara singkat, ia menuturkan jika dalam waktu dekat dana bagi hasil PT AMNT akan ditransfer.
“Lebih rinci silahkan tanyakan Sekda,” pungkasnya. (tih/r2)
Editor : Redaksi Lombok Post