LombokPost-Partai Golkar bersiap-siap menghadapi sengitnya kompetisi Pileg 2024. Menyusul 18 partai peserta pemilu bercita-cita ingin meraih kursi bahkan keluar sebagai pemenang.
Ketua DPD 2 Golkar Kota Mataram TGH Mujiburrahman mengatakan kursi ketua DPRD harus bisa dipertahankan. Secara spesifik membidik 10 kursi di pileg 2024. "Saya kira inilah bentuk ketawaduan dalam politik, karena menurut saya lebih baik melampaui target daripada target tidak tercapai," ujar pria yang juga wakil wali kota Mataram ini.
Sejumlah partai pun memperlihatkan tekadnya keluar sebagai pemenang. Mengintai kursi-kursi milik Golkar dan merebut kursi ketua DPRD. Salah satunya partai Gerindra yang pada pemilu 2019 lalu sukses finish di urutan kedua.
Capaian Gerindra di Pileg 2019 lalu, tidak lepas dari efek ekor jas atau cocktail effect Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang nyalon di Pilpres 2019. Sebagai partai yang kenyang pengalaman mengkapitalisasi efek ekor jas, majunya Prabowo kembali di Pilpres 2024 membuka kesempatan mendapat hasil lebih baik lagi dibanding Pemilu 2019 silam.
"Saat ini, kami memang di posisi kedua tapi tidak menutup kemungkinan di pileg 2024 keluar sebagai pemenang," tegas Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram Abd Rahman.
Rahman percaya diri, bisa merebut kemenangan. Tentu saja dengan terlebih dahulu menggulung posisi partai Golkar yang saat ini diperingkat satu.
Enam dapil diisi oleh materi Bacaleg-bacaleg terbaik. Mereka siap berjuang merebut minimal satu kursi di setiap Dapil.
"Kita rutin konsolidasi memperkuat koordinasi dan kerja-kerja politik di lapangan," ujarnya.
Berikutnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memancang optimisme tinggi keluar sebagai pemenang. Partai dengan lambang bulan sabit kembar ini melihat peta politik 2024 masih dinamis di kota.
"Pileg kami lihat dinamis," Kata Ketua DPD PKS Kota Mataram Ismul Hidayat.
Situasi itu, membuka kesempatan semua partai, termasuk PKS keluar sebagai pemenang. Bekal strategi dan konsolidasi partai yang rutin, meningkatkan soliditas partai all out bertarung di Pileg 2024.""Kalau melihat penguasaan kursi di Pileg 2019, kita melihat tidak ada partai yang bisa menguasai 50 persen plus 1 suara DPRD, artinya tidak ada partai yang menurut kami, punya dominasi besar," ujar anggota DPRD Kota Mataram ini.
Ia membandingkan dengan dominasi salah satu partai di Kota Solo, Jawa Tengah yang memborong 30 kursi dari 45 kursi. "Tetapi kalau di Mataram saya lihat penguasaan kursi masih merata," nilainya.
Tidak ada satu partaipun yang membuat silau atau membuat PKS gentar. Sehingga ruang mengembangkan strategi pemenangan, bisa dengan lentur dan leluasa dimainkan.
"Target kami dari saat ini 5 kursi di pileg 2024 harus bisa merebut 8 kursi," pungkasnya. (zad)
Editor : Rury Anjas Andita