Hilda Aulia Rahmi, Calon Legislatif Dapil 1 Kecamatan Mataram dari Partai Golkar tak ingin caleg perempuan disebut hanya sebagai pelengkap. Pandangan terhadap caleg perempuan sebagai pemenuh kuota 30 persen memang diakuinya sebagai tantangan tersendiri. “Tentu pandangan itu harus dibuktikan bahwa sebenarnya Caleg Perempuan bukan sebagai pelengkap,” kata Hilda pada Lombok Post, kemarin (25/9).
Menurutnya, perempuan hadir di kursi parlemen sebagai bentuk upaya dalam menyempurnakan perjuangan atas hak-hak perempuan dan juga anak-anak. Kata Hilda, tidak sedikit politisi perempuan yang sukses memperjuangkan hak-hak perempuan di meja legislatif. Ia menyebut anggota DPR RI dari partai Golkar Ir Hj Sari Yuliati.
“Siapa yang tidak mengenal ibu Sari, sepak terjangnya tentu sudah dikenal di NTB, bahkan berhasil menjadi aktor sentral yang memiliki pengaruh kuat untuk menggerakkan kader-kader agar dapat terus bermanfaat bagi masyarakat,” papar Hilda.
Putri almarhum mantan Wali Kota Mataram TGH Ahyar Abduh itu menegaskan jika sosok Sari Yuliati merupakan bentuk nyata dari caleg perempuan yang bukan hanya untuk memenuhi kuota. Kata dia, selain mengikuti jejak Sari, ia juga ingin membuktikan serta melanjutkan apa yang telah diperjuangkan oleh pemimpin-pemimpin di Mataram.
Hilda menyebut nama-nama seperti almarhum H Moh Ruslan, TGH Ahyar Abduh, dan Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana. “Dengan harapan membuat kota Mataram semakin maju serta ramah terhadap perempuan dan anak,” terangnya.
Ia sendiri telah menyiapkan sejumlah langkah untuk membuktikan jika dirinya bukan hanya untuk memenuhi kuota. Pertama ia akan melibatkan perempuan yang selama ini aktif memperjuangkan hak-hak perempuan dalam tim pemenangannya.
Selain perempuan, sebagai Caleg muda, Hilda juga akan mengajak tokoh muda kreatif untuk melanjutkan kebaikan-kebaikan yang telah terawat dan terjaga selama ini di Kota Mataram. Selain tim, ia juga mengumpulkan sejumlah informasi mengenai kebijakan pemerintah yang dibutuhkan masyarakat. Khususnya kebutuhan untuk perempuan dan anak.
Hilda menjanjikan akan berupaya menghadirkan sejumlah fasilitas yang ramah perempuan dan anak untuk menunjang pemenuhan kebutuhan keluarga. Beberapa di antaranya seperti fasilitas pendidikan dasar, fasilitas kesehatan penunjang gratis, hingga fasilitas pemberdayaan perempuan dan keagamaan. “Yang tentu semuanya dapat akses dan dimanfaatkan bersama-sama oleh semua kalangan,” tutupnya. (tih/r2)
Editor : Redaksi Lombok Post