Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mahfud Disebut Miliki Karakter Polisi Hoegeng dan Jaksa Agung Lopa, Siapa Mereka?

Miq Ade • Jumat, 3 November 2023 | 20:24 WIB

 

 

Mahfud MD
Mahfud MD

LombokPost-Di tengah turunnya kepercayaan publik pada penegakan hukum, Mahfud MD dianggap sosok yang tepat mengembalikan kepercayaan rakyat pada penegakan hukum di republik ini.

“Di saat hukum itu tidak berjalan, merasa betul-betul penegakan hukum banyak dimanipulasi (itulah kenapa harus Mahfud),” kata wartawan senior Panda Nababan, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews.

Saat ini publik menurutnya tengah rindu pada hadirnya sosok pendekar hukum yang berani menegakkan hukum yang adil. Bukan hukum yang dapat diatur-atur dan mencederai rasa keadilan. “Ada kerinduan bagaimana hukum ini bisa lebih (baik lagi),” tekannya.

Di tengah rasa ketidakpercayaan atas berbagai peristiwa hukum yang terjadi dan disaksikan oleh rakyat, Panda Nababan melihat sosok Mahfud MD adalah jawaban yang tepat. “Siapa orang yang tepat di situ? (Mahfud),” tegasnya.

Wartawan senior ini melihat, pada diri Mahfud MD termanifesto sosok-sosok pendekar hukum legendaris di negeri ini. Para pendekar yang dengan gagah berani membela keadilan dan tak surut menghadapi tekanan penguasa dan pemilik yang yang ingin mengatur hukum semaunya.

“Kalau lihat Mahfud, dia menceritakan personifikasi daripada Kapolri Hoegeng,” tegasnya.

Begitu pula dari kesetiaan pada nilai-nilai kebenaran, Panda Nababan melihat ada jiwa Jaksa Agung Baharuddin Lopa. “Personifikasi dari jaksa agung Lopa,” nilainya.

Ia menegaskan karakter dua pendekar hukum yang namanya harum di negeri ini terpancar dari dalam diri Mahfud. “Itu karakter (dua orang) itu. Karakternya, cara berpikirnya, kebersihannya, bersih dia itu. Itu Mahfud,” paparnya.

Koalisi yang mengusung Mahfud dinilai beruntung mendapatkannya. Bahkan lebih jauh, keberhasilan mendapatkan Mahfud dianggap sebagai langkah tepat merebut kemenangan di Pilpres 2024.

“Sangat beruntung dapat Mahfud, dan itu kombinasi yang cocok (Ganjar-Mahfud). Beruntung itu berarti menang loh,” tekannya.

Panda Nababan menilai, sosok Mahfud menjadi pilihan yang terbaik dibanding kandidat lain. Pengalamannya dalam pemerintahan dan parlemen yang panjang, telah menempa sosok Mahfud sebagai bagian dari pemimpin negeri.

“Sekarang jadi Menko, pernah jadi ketua MK, pernah jadi anggota DPR beberapa tahun, 8 tahun, jauh dong (dibanding yang lain). Paling berkualitas,” tegasnya.

Siapa Kapolri Hoegeng?

Lalu siapa Kapolri Hoegeng? Hoegeng Imam Santoso adalah tokoh kepolisian yang pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke 5.

Hoegeng terkenal sebagai polisi paling berani dan jujur di Indonesia. Predikat ini diberikan oleh media dan masyarakat 

Hoegeng hidup di era banyak pejabat pemerintah yang korup. Gus Dur mantan presiden Indonesia pernah memuji kejujuran Hoegeng. Ia mengatakan, “Hanya ada 3 polisi jujur di negara ini: polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng”.

Hoegeng adalah salah satu orang tersingkat yang mengepalai badan kepolisian nasional Indonesia dari tahun 1968–1971. Namanya kini diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Bayangkara di Mamuju, Sulawesi Barat dengan nama Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Iman Santoso.

Namanya juga diabadikan sebagai nama stadion sepak bola di Kota Pekalongan dengan nama Stadion Jendral Hoegeng.

Siapa Jaksa Agung Lopa?

Prof Dr H Baharuddin Lopa adalah Jaksa Agung Republik Indonesia dari 6 Juni 2001 sampai wafat pada 3 Juli 2001.

Baharuddin Lopa adalah sosok jaksa legendaris. Keberanian, kejujuran, dan sikap sederhananya jadi inspirasi.

Ia dikenal berani dan amanah dalam menjalankan tugas. Keberanian Lopa membuat Presiden ke 4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menunjuknya sebagai Jaksa Agung.

Lopa dipercaya bisa menangani kasus-kasus korupsi dengan nilai fantastis. Salah satu kasus yang ditangani adalah kroni Soeharto.

Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, Lopa sudah menjadi jaksa di Kejaksaan Negeri Makassar. Tahun 1959, ia diangkat menjadi Bupati Majene pertama. Saat menjalankan tugasnya sebagai bupati itulah, Lopa mendapati banyak pihak yang ingin menyuapnya.

Dengan tegas, Lopa menolak hal itu dan tetap fokus bekerja untuk rakyat. Meskipun banyak mendapat ancaman, Lopa tak takut.

Lopa dikenal sebagai pribadi sangat sederhana. Tempat tinggalnya di Pondok Bambu tidak terlalu besar. Saat bepergian dan beraktivitas, ia setia menggunakan mobil lamanya yang ia beli secara kredit.

Walaupun mempunyai jabatan tinggi dan menjadi orang penting di negeri ini, Lopa tidak mengizinkan keluarganya menikmati fasilitas yang diberikan negara. Contohnya, ia melarang istrinya, Indrawulan Majid Tongai menggunakan motor dinasnya untuk belanja ke pasar.

Baharuddin Lopa merupakan contoh yang langka dari figur yang berani melawan arus. Ia telah meninggalkan warisan yang mulia kepada rekan-rekannya. Tentu untuk diteladani.

Selain sebagai penegak hukum, Lopa juga dikenal pribadi yang baik dan pemurah, ia juga aktif dalam kegiatan amal dan sosial. Pada tahun 1990 hingga akhir hayatnya, Lopa kerap menyumbangkan uangnya untuk membantu fakir-miskin hingga anak yatim. (zad)

Editor : Redaksi Lombok Post
#adil #hoegeng #jaksa agung #negeri #Polisi #mk #gus dur #Lopa #parlemen #hukum #Kapolri #rakyat #Mafud MD #panda nababan #pendekar