Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

150 Negara Anggota PBB Akui Palestina Merdeka. Terbaru, Pengakuan Tiga Negara Eropa

Habibul Adnan • Jumat, 24 Mei 2024 | 00:12 WIB

Jumlah negara anggota PBB yang mengakui Palestina sebagai negara merdeka terus bertambah
Jumlah negara anggota PBB yang mengakui Palestina sebagai negara merdeka terus bertambah
Lombok Post - Jumlah negara anggota PBB yang secara resmi mengumumkan pengakuan Palestina sebagai negara merdeka terus bertambah. Dari sebelumnya ada 143 negara, kini menjadi 150 negara.

Pengakuan terbaru dari tiga negara Benua Eropa. Yaitu Spanyol, Norwegia, dan Irlandia. Ketiga negara ini mengumumkan pada Rabu (22/5). Negara-negara itu mengatakan mereka ingin membantu mengamankan gencatan senjata di Gaza dan menghidupkan kembali perundingan perdamaian

Sebelumnya, pengakuan juga diumumkan sejumlah di Karibia. Seperti Jamaika, Barbados, Trinidad & Tobago, dan Bahamas.

Pengakuan banyak negara itu tentu saja menjadi modal bagi Palestina untuk meraih kemerdekaannya. Sehingga penjajahan dengan segala bentuk tragedi kemanusiaan yang digencarkan zionis Israel dapat segera dihentikan.

Sebagai sikap positif terhadap pengakuan terhadap Palestina sebagai negara merdeka itu, delegasi MPR RI bertemu dengan Ketua Senat Spanyol di gedung Parlemen Spanyol, Madrid, Rabu (22/5) lalu.

Delegasi MPR RI diwakili Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring, Jazuli Juwaini, Tamsil Li dan Abdul Hakim. Mereka didampingi Duta Besar RI untuk Spanyol Dr M Najib dan diterima Ketua Senat Parlemen Spanyol Pedro Rollan Ojeda.

Hidayat Nurwahid mengapresiasi pengakuan Spanyol terhadap kemerdekaan Negara Palestina. Wakil Ketua MPR RI itupun berharap agar langkah positif ini diikuti oleh negara-negara lainnya.

Kata dia, saat ini sudah melampaui 2/3 jumlah negara anggota Majelis Umum PBB yang mengakui Palestina sebagai negara merdeka. "Penting kiranya dukungan serupa juga segera diberikan oleh negara-negara di seluruh dunia, demi keadilan dan perdamaian. Ini merupakan peristiwa bersejarah dan bisa menjadi salah satu tonggak untuk mewujudkan Palestina benar-benar sebagai negara Merdeka yang diterima sebagai anggota penuh PBB," ujarnya.

Menurut Hidayat Nurwahid, apa yang dialami Palestina pernah dialami oleh rakyat Indonesia. "Pengakuan awal dari sejumlah negara dan berbagai pihak lainnya, termasuk dari Palestina, merupakan modal bagi perjuangan Indonesia untuk menghentikan penjajahan Belanda, dan meraih kemerdekaan yang diakui serta diterima di dunia internasional, dan juga oleh PBB," katanya lagi.

Hidayat Nurwahid berharap, negara-negara Eropa lainnya seperti Belgia, Slovenia, dan Malta hendaknya segera mengumumkan secara resmi terkait pengakuan terhadap Palestina sebagai negara merdeka.

Atas rencana pemerintah negara Irlandia, Norwegia, dan Spanyol mengakui kemerdekaan Palestina, Israel akan memberi peringatan kepada duta besar ketiga negara itu.

Seorang pejabat Israel mengatakan, para duta besar tersebut telah dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri di Yerusalem. Dalam pemanggilan itu, mereka akan diperlihatkan video yang sebelumnya tidak dipublikasi, yaitu video Hamas yang menawan perempuan dalam serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 lalu.

Pejabat Israel tersebut mengklaim, serangan
Hamas terhadap Israel itulah yang memicu perang Gaza. (bib)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Israel #Paleatina #palestina merdeka