Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tuan Guru Fatihin: Pengelolaan SDA dan Peningkatan SDM Jadi Kunci Kemajuan Lotim

Rury Anjas Andita • Senin, 15 Juli 2024 | 15:20 WIB
TGH Khairul Fatihin
TGH Khairul Fatihin

LombokPost-Kemiskinan dan kebodohan merupakan hal utama yang harus diperangi di negeri ini, termasuk di Lombok Timur. Untuk itu, peran pemerintah sangat penting untuk fokus membangun sektor pengerak ekonomi dan sektor pendidikan di daerah.

Sumber daya alam (SDA) mesti dikelola secara optimal dan berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) harus terus ditingkatkan dari masa ke masa. "Untuk kemaslahatan umat, khalayak Lotim secara luas, maka kuncinya dua itu ; SDA dikelola dengan baik dan optimal kemudian SDM kita tingkatkan kapasitasnya baik lewat pendidikan formal maupun non formal," kata Ketua STMIK Syaikh Zainuddin NW TGH Khairul Fatihin, kemarin (14/7).

Menurut TGH Fatihin, SDA Lotim sangat luar biasa kaya dan beragam. Potensinya menyebar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga bahari. Lotim juga mendapat berkah alam luar biasa dengan Gunung Rinjani sebagai ikon yang bukan saja kaya akan local wisdom, tapi juga membawa daerah ini kesohor hingga mancanegara.

"Artinya Lotim ini bukan hanya sebuah daerah yang terbanyak penduduknya di NTB, tetapi juga potensi SDA-nya sangat komplit. Tinggal bagaimana kedua hal ini diakselerasi pembangunannya, yakni pengelolaan yang baik," papar TGF, sapaan karib Tuan Guru Fatihin.

Cucu pahlawan nasional Maulauna Syaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid ini menilai, arah pembangunan Lotim saat ini sudah cukup baik. Namun, perlu ada akselerasi atau langkah percepatan untuk Gumi Patuh Karya ini agar bisa lebih baik lagi ke depan.

TGF mencontohkan, sumber daya bahari salah satunya. Potensinya luar biasa, Lotim memiliki panjang garis pantai mencapai 220 km persegi dengan sejumlah kecamatan pesisir  dan 35 pulau-pulau kecil atau gili.

Di dalamnya ada potensi perikanan tangkap, budi daya udang dan lobster, mutiara, rumput laut, dan tentu saja potensi pariwisata yang luas.

"Potensi bahari ini ke depan harus ada akselerasi. Bukan hanya mengundang minat invetasi, tetapi SDA yang ada harus didorong untuk dapat dikelola  dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Tugas pemerintah ke depan itu memberikan dukungan, peningkatan SDM, dan bantuan yang diberikan dalam mensupport termasuk merubah mindset berpikir masyarakat pesisir untuk lebih kreatif," katanya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Lotim mencatat, jumlah penduduk miskin kembali meningkat. Pada tahun 2021 jumlah penduduk miskin sebanyak 190.840 jiwa atau 15,38 persen. Kemudian turun menjadi 189.640 jiwa atau 15,14 persen di tahun 2022. Namun kembali meningkat di tahun 2023 menjadi 197 630 jiwa atau 15,63 persen.

Data yang sama menunjukan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Lotim pada 2021 sebesar 2,88 poin, kemudian 2022 sebesar 2,58 poin, dan meningkat signifikan menjadi 3,57 poin di tahun 2023. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Lotim tercatat 0,88 poin di tahun 2021, 0,85 poin di tahun 2022, kemudian meningkat signifikan di tahun 2023 menjadi 1,16 poin.

Padahal jumlah APBD Lotim terus meningkat dari tahun ke tahun selaras dengan peningkatan jumlah penduduknya. Data terakhir menyebutkan jumlah penduduk Lotim hampir mencapai 1,4 juta jiwa. Sementara APBD Lotim tercatat meningkat dari sekitar Rp2,8 triliun di tahun 2023 menjadi Rp3,4 triliun di tahun 2024.

TGF mengatakan, akselerasi pembangunan harus segera dilakukan, untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan di Lombok Timur. "Karena itu, sejak dulu niniknda kami Maulana Syaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid, berjuang melalui NW itu untuk mendorong dakwah, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi. Tiga aspek penting dalam kehidupan, berbangsa dan bernegara. Dan ini masih sangat relevan saat ini," ujarnya.

TGF menekankan, jangan sampai Lotim terbranding sebagai daerah penghasil tembakau dan lobster terbaik nasional, sementara di lain sisi juga masih terstigma sebagai daerah kantung kemiskinan dan pengirim TKI terbesar. "Insya Allah, semua akselarasi pembangunan baik SDA dan SDM ini yang akan kami prioritaskan jika kelak diberi amanah di Lotim  ini," katanya.

Profil Singkat TGF

TGF bernama lengkap TGH Lalu Gede Muhammad Khairul Fatihin, merupakan Ketua PBNW Provinsi NTB yang sudah menyatakan maju di Pilkada Lombok Timur 2024. TGF lahir di Kota Mataram pada 17 November 1990. Ia merupakan putra bungsu dari pasangan Lalu Gede Wiresentane dan Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid.

TGF adalah cucu pahlawan nasional dan pendiri NW Maulana Syaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid. TGH Fatihin merupakan adik kandung Ketua Umum PBNW TGKH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani.

TGF menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Dakwah IAIH NW Lotim pada tahun 2012. Pada tahun yang sama, dia menyelesaikan pendidikan di Ma'had Darul Qur'an Wal-Hadits (MDQH) Nahdlatul Wathan Anjani dan memperoleh gelar Q.H.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, TGF ke Makkah melanjutkan pendidikan ke madrasah legendaris dan tertua, yaitu Madrasah Al-Shaulatiyah, mengikuti jejak kakeknya. Sepulang dari Makkah, TGF melanjutkan pendidikan Magister di STIE YAPAN Surabaya dan selesai pada 2019.

Saat ini, TGF menjabat Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani Lombok Timur sekaligus sebagai Masyaikh Ma'had Darul Qur'an Wal-Hadits (MDQH) Nahdlatul Wathan Anjani. Pengalaman organisasi mengisi masa muda TGF sejak di bangku sekolah dan kuliah.

Seperti menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAIH NW Lombok Timur hingga Ketua Senat MDQH NW Anjani. TGF dipercaya sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan (PWNW) Provinsi NTB selama 2 (dua) periode sejak 2019 hingga saat ini. (r5)

Editor : Rury Anjas Andita
#sda #tuan guru fatihin #Fatihin #Lotim #sdm #tgf #Pilkada Lotim