Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat Jadi Skala Prioritas Rohmi-Firin jika Menang Pilgub NTB

Rury Anjas Andita • Kamis, 5 September 2024 | 06:57 WIB
MERAKYAT: Bacawagub HW Musyafirin saat silaturahmi dengan ratusan masyarakat Desa Tawali, Kecamatan Wera, Rabu (4/9).
MERAKYAT: Bacawagub HW Musyafirin saat silaturahmi dengan ratusan masyarakat Desa Tawali, Kecamatan Wera, Rabu (4/9).

LombokPost-Pasangan bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah dan HW Musyafirin memastikan layanan kebutuhan dasar masyarakat menjadi skala prioritas jika terpilih dalam pilkada 27 November mendatang.

Pasangan yang diusung PKB, PDIP, dan Partai Perindo ini menegaskan, sektor kesehatan, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, lapangan pekerjan, bantuan nelayan, bantuan lansia, insentif bagi kader posyandu, bus sekolah bagi siswa, bantuan bibit bagi petani dan peternak, pupuk, gas elpiji yang stabil dengan stok yang cukup adalah sejumlah prioritas yang akan dipenuhi pasangan ini.

“Jadi kebutuhan dasar masyarakat ini harus mampu kita penuhi. Amanah yang diberikan rakyat harus mampu dimanfaatkan untuk mensejahterakan rakyat itu sendiri,” kata Bacawagub NTB HW Musyafirin saat menggelar blusukan di enam titik di wilayah Kabupaten Bima, Rabu (4/9).

Hari keempat safari politik pria yang juga bupati Sumbawa Barat dua periode aktif ini dipusatkan di Kabupaten Bima. Satu titik di Kecamatan Ambalawi, dua titik di kecamatan Wera, satu titik di Kecamatan Sape, satu titik di Kecamatan Lambu, satu titik di Kecamatan Bolo dan ditutup di Kecamatan Madapangga.

Di tempat ini, H Firin mendapat sambutan hangat masyarakat Bima. Kehadiran H Firin pun memang sudah cukup lama dinantikan rakyat Bima. Sebab, selama ini mereka hanya bisa mendengar sosok bupati hebat ini dari media massa maupun akun media sosial. Tentang kiprah dan keberhasilannya membangun Kabupaten Sumbawa Barat.

“Praktik baik yang sudah dilakukan di Sumbawa Barat akan kita teruskan ke tingkat provinsi. Sehingga semua masyarakat mendapatkan apa yang menjadi haknya,” tegasnya.

Untuk pendidikan, H Firin mengaku rata-rata usia sekolah di NTB hanya tujuh tahun setengah. Ini memberikan dampak tak negarif terhadap posisi IPM NTB yang berada di urutan 26 se-Indonesia. “IPM KSB menjadi yang tertinggi di NTB, tapi NTB sendiri posisinya berada sangat rendah,” urainya.

Pasangan ini menawarkan sejumlah hal penting bagi masyarakat. Di bidang kesehatan, selain memastikan layanan kesehatan berjalan maksimal melalui pemenuhan tenaga doktor, Rohmi Firin juga akan memberikan biaya pendamping bagi keluarga pasien yang akan dirujuk ke rumah sakit.

“Di KSB kami memberikan bantuan dana bagi keluarga pasien akan dirujuk. Kami juga menyiapkan rumah singgah bagi keluarga. Ini akan kami lakukan di NTB,” janjinya.

Lansia akan diberikan insentif setiap bulan, insentif kader posyandu akan dinaikkan, gas elpiji akan distabilkan, pupuk dijamin aman, harga gabah dan jagung harus tetap stabil, bukan sebaliknya saat panen, turun. “Pemerintah boleh merugi, tapi rakyat tidak boleh. Insentif lansia akan kami berikan, insentif kader posyandu akan kami tingkatkan, hukum masjid, TBA juga akan mendapatkan perhatian pemerintah,” tegasnya lagi.

Demikian juga dengan akses pemerataan pembangunan, lapangan pekerjaan yang terbuka bagi seluruh rakyat NTB, bantuan untuk nelayan, bantuan untuk peternak dan sejumlah bantuan lain juga akan diberikan pasangan Rohmi Firin. “Urusan mendasar ini bukan berarti kami mengabaikan urusan yang lain. Untuk lapangan pekerjaan, sekarang NTB ini punya dua poros ekonomi nasional. Ada pabrik smelter di Sumbawa Barat dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Ini harus memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” janjinya.

Selama blusukan di Pulau Sumbawa, pasangan Rohmi Firin mendapat sambutan meriah masyarakat. Terutama di Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima. Meski sosok H Firin baru kali ini bertemu langsung dengan masyarakat dana Mbojo, namun nama bupati KSB ini ternyata sudah cukup lama dikenal masyarakat. “10 tahun memimpin Sumbawa Barat bisa ditanyakan kepada keluarga kita masyarakat Bima dan Dompu yang tinggal dan menetap di Sumbawa Barat. Saya juga orangnya tidak protokoler,” tukasnya.

Selain itu, semua orang bisa bertemu dengan dirinya tanpa harus membuat janji terlebih dahulu. Setiap malam Jumat ada forum yasinan, forum ini menjadi forum resmi bagi masyarakat KSB untuk menyampaikan semua keluh kesah kepada bupati.

“Mau ketemu kapanpun saya siap. Jika pintu depan ditutup, bisa masuk lewat pintu belakang. Kalau tidak bisa bertemu di rumah, temui saya saat salat Magrib dan Isya, pasti saya ada di situ, karena wajib bagi saya setelah magrib melantunkan ayat suci Alquran hingga masuk waktu Isya,” tambahnya. (far/r5)

Editor : Rury Anjas Andita
#Pilgub NTB #Rohmi Firin