Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

DPRD Provinsi NTB Dorong Inovasi Brida untuk Cegah Lonjakan Harga Cabai Rawit

nur cahaya • Rabu, 12 Maret 2025 | 03:00 WIB
Lalu Wirajaya
Lalu Wirajaya

LombokPost - Lonjakan harga cabai rawit yang sempat menyulitkan masyarakat diatensi serius oleh Wakil Ketua DPRD NTB Lalu Wirajaya. Politisi partai Gerindra itu meminta Pemprov NTB tidak hanya fokus pada penyelesaian persoalan di hilir, namun mulai berfokus pada persoalan di hulu. 

Ia menuturkan salah satu alasan yang kerap disampaikan distributor dan pedagang di pasar terhadap lonjakan harga komiditi adalah persoalan anjloknya hasil panen. Belakangan hasil panen tak menentu akibat perubahan cuaca ekstrim. 

“Di sinilah pemerintah harus segera memikirkan adanya komoditas yang bisa bertahan terhadap kondisi cuaca. 

Saya sejak awal mendorong agar Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB dapat melakukan riset guna menghadirkan komoditas yang tahan terhadap cuaca,” kata Wirajaya kepada Lombok Post. 

Inovasi menghadirkan komoditas unggul yang tahan terhadap perubahan cuaca dan hama tersebut dinilai mendesak. Politisi Partai Gerindra tersebut menegaskan, salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini adalah meroketnya harga cabai akibat gagal panen di tengah cuaca yang tidak bersahabat bagi petani cabai. 

Ia menyarankan agar Brida NTB tidak tinggal diam. Semestinya Brida dapat menggandeng para ahli pertanian untuk penciptaan varietas unggul yang tahan terhadap cuaca, hama dan gangguan lainnya.

Dia juga menegaskan akan siap membantu Brida NTB. Lebih spesifik Wirajaya siap mendukung biaya riset Brida NTB. 

"Setelah ada hasil riset terkait dengan komoditas unggulan, maka Pemda perlu mengajak masyarakat untuk menanam benih tersebut agar mampu menjawab tantangan perubahan cuaca. Kami akan siap mendukung berapapun biayanya asal jelas riset yang dilakukan,” tegasnya. 

Sebelumnya, langkah inovatif dalam upaya membantu mencegah persoalan lonjakan harga diutarakan Ketua Komisi II DPRD NTB Lalu Pelita Putra yang bermitra dengan Dinas Pertanian. 

Inovasi tersebut berupa menggalakkan kembali sosialisasi berbudi daya tanaman cabai dan kebutuhan sayur-mayur sehari-hari secara mandiri. 

“Ini salah satu langkah konkrit. Terutama dalam upaya mendorong ketahanan pangan kita. Kalau hanya untuk kebutuhan keluarga, dua sampai tiga tanaman cabai saja sudah cukup,” jelas Pelita. (tih/jpg)

Editor : Rury Anjas Andita
#lonjakan #Persoalan #harga #Pemda #mandiri #DPRD #politisi #panen #unggulan #NTB #dinas #kebutuhan #komoditas