Keluhan tersebut ia katakan masih dikeluhkan warga pada saat melakukan reses masa sidang III DPRD NTB di 14 titik di 5 Kecamatan, Kabupaten Lombok Utara.
“Memang permintaan warga untuk menerangi jalan ini masih kami dengarkan,” kata Sudirsah pada Lombok Post, Minggu (8/6).
Baca Juga: Kondisi Jalan Gelap NTB, Dewan Soroti Minimnya Penerangan Jalan Destinasi Wisata
Kondisi tersebut dikatakan banyak menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, warga juga khawatir atas kemungkinan munculnya begal dan tindak kejahatan lainnya.
Menurut Sudirsah, hal itu menjadi catatan penting. Persoalan lampu penerangan jalan ini memang sudah lama dikeluhkan warga.
"Hal ini nanti akan kami sampaikan ke pemerintah daerah. Karena ini juga yang kami dengarkan dari masa reses sebelumnya. Hal ini berkaitan juga dengan panataan lingkungan dan jalan usaha tani," terangnya.
Baca Juga: Dewan Mendengar, Warga Lombok Utara Keluhkan Jalan ‘Gelap’
Ketua fraksi Partai Gerindra DPRD NTB itu juga mencatat masukan-masukan dan permintaan konstituennya yang mencakup berbagai isu sosial, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.
“Selain itu kami juga mendengar permintaan banjar untuk diberikan fasilitas seperti terop, kursi, gamelan dan peralatan lainnya,” paparnya. (tih)
Editor : Kimda Farida