Menurutnya, selain sedang menunaikan ibadah haji, ada sejumlah alasan mengapa formatur tunggal DPW PAN NTB Lalu Ahmad Zaini (LAZ) belum menetapkan susunan pengurus baru. Salah satunya adalah tarik ulur posisi sekretaris.
“Saya kira ini karena faktor adanya tarik ulur yang kuat. Terutama dalam upaya mencari komposisi baru. Selain faktor LAZ sedang menjalankan ibadah haji, menurut saya ini bagian dari strategi untuk mencari figure personal,” kata Dr Ihsan Hamid pada Lombok Post, kemarin (12/6).
Dalam hal memastikan pengurus, LAZ dipastikan akan mengakomodir kader dan pengurus lama PAN NTB. Susunan pengurus DPW PAN NTB yang baru menurutnya sudah pasti akan dominan sosok baru. Dengan taksiran komposisi 40 persen orang lama dan 60 persen orang baru.
Namun di luar itu, tarik ulur posisi sekretaris menjadi alasan paling kuat yang dapat dibaca dari molornya pembentukan pengurus baru DPW PAN NTB.
Kata Ihsan, sudah pasti LAZ menginginkan sosok yang bisa mengakomodir kepentingannya secara politik, namun sekaligus memastikan juga sosok sekretaris merupakan orang yang bisa ia ajak kerjasama dan kendalikan.
Baca Juga: DPRD NTB Minta Gubernur NTB Lalu Iqbal Sikapi 'Gelombang' di Tim Pansel Bank NTB Syariah
Pencarian sekretaris itulah yang baginya membuat LAZ membutuhkan orang lama.
“Di satu sisi ada masukan agar sekretaris berasal dari perwakilan pulau Sumbawa, di sisi lain orang-orangnya juga meminta agar sekretaris ini harus dari mereka,” jelasnya.
Bagi Ihsan, LAZ mesti dapat memahami dengan baik cara memimpin sebuah partai. Hal itu tidak sama dengan memimpin birokrasi yang jangka waktu kepemimpinannya sudah pasti.
Baca Juga: Muazzim Tagih Struktur Pengurus PAN NTB, Jangan Sampai Lama Ada Kekosongan
Di partai politik, masa jabatan bisa sangat dinamis, karena itu, ia harus dapat dengan pandai memahami sekaligus memastikan keputusan yang diambil. Hal itu berupa langkah akomodatif.
“Jadi penting untuk melihat pertimbangan akomodatif. Tidak bisa hanya melihat proporsionalnya saja,” jelasnya.
Kemungkinan Dievaluasi DPP
Ada anggapan keterlambatan LAZ dalam membentuk pengurus baru PAN NTB bisa jadi akan menyebabkan DPP melakukan evaluasi. Menurut Ihsan, hal itu terlalu jauh. Sebab hari ini tidak ada hal yang mendesak untuk LAZ melakukan pembentukan pengurus.
“Ini kan bukan di fase tahun politik. Atau ada kebutuhan untuk segera dilantik. Walaupun lazimnya sebuah kepengurusan baru, sebagai formatul tunggal ia bisa dengan cepat melakukannya, namun pada dasarnya, kapanpun dia masih memungkinkan dan sangat wajar ada tarik ulur dan kehati-hatian dalam memastikan susunan pengurusnya yang baru,” jelasnya.
Mengenai hal itu, kader senior PAN NTB Saiful Islam menuturkan jika saat ini kader dan partisan tengah menunggu pengurus DPW PAN NTB terbentuk. Ada banyak alasan yang mendesak LAZ untuk segera menyusunnya.
“Sekarang ini banyak yang harus segera dipastikan. Seperti halnya kantor sekretariatnya di mana, kemudian hal yang harus segera dilakukan partai dalam hal melakukan pendataan. Jadi seperti kata pak Muazzim, jangan sampai kader PAN ini seperti ayam kehilangan induknya,” kata Saiful.
Ia berharap, sepulang dari melaksanakan ibadah haji, LAZ akan segera mengumumkan susunan pengurus baru DPW PAN NTB. Adapun mengenai posisi sekretaris, sejak awal Saiful berharap sosok sekretaris DPW PAN NTB sebaiknya merupakan kader murni yang berasal dari pulau Sumbawa.
Editor : Siti Aeny Maryam