LombokPost – Ketua DPD I Partai Golkar NTB Mohan Roliskana mengatakan penyusunan struktur kepengurusan periode 2025–2030 sudah hampir rampung.
Saat ini komposisi kepengurusan sudah memasuki tahap finalisasi.
Wali Kota Mataram dua periode itu memastikan komposisi kepengurusan akan banyak diisi wajah baru.
Termasuk di antaranya banyak anak muda dari kalangan aktivitas dengan latar belakang pergerakan mahasiswa.
Hal itu untuk menjawab tantangan zaman dalam rangka membawa Golkar NTB semakin maju dan lekat di kalangan anak muda NTB.
Tentu tujuan utama untuk memenangkan Pemilu 2029.
"Banyak wajah baru dalam kepengurusan. Wajah baru yang masih muda-muda. Masih segar-segar. Mereka punya afiliasi dalam aktivis gerakan pemuda," kata Mohan.
Menariknya, komposisi kepengurusan DPD I Golkar NTB periode 2025-2030 juga diprediksi banyak perubahan.
Termasuk di jajaran elite partai. Salah satu yang bakal berubah adalah posisi bendahara umum yang periode sebelumnya dijabat Baiq Isvie Rupaeda.
Ketua DPRD NTB itu terancam terdongkel dari jabatan tersebut.
"Posisi bendahara ada perubahan ada penyegaran," ungkap Mohan.
Perubahan struktur lainnya juga mencakup jajaran wakil ketua, wakil sekretaris hingga ketua bidang akan banyak diisi oleh wajah baru.
Adapun sekretaris DPD I Golkar NTB dipastikan akan tetap diisi oleh Firadz Pariska.
"Kalau sekretaris DPD peluangnya masih wajah lama," sambung Mohan.
Selain diisi figur baru, Mohan sebagai ketua tim formatur memastikan akan melakukan perimbangan kepengurusan berdasarkan wilayah.
Yaitu pertimbangkan geopolitik hingga demografi. Artinya pengurus dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa akan diseimbangkan.
"Pengurus dari Lombok dan Sumbawa ada keseimbangan," tuturnya.
Mohan menegaskan tantangan ke depan tidak hanya soal penguatan struktur partai.
Tapi juga kesiapan merespon dinamika dan perubahan kebijakan politik nasional.
Sehingga Golkar NTB di bawah kepemimpinannya dituntut mampu bertransformasi dengan baik dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kepengurusan yang dibentuk harus mencerminkan inklusifitas dan keberlanjutan visi partai.
"Kepemimpinan periode kedua kami menegaskan bahwa organisasi akan tetap menjadi pusat orientasi, dengan pengurus yang dipilih berdasarkan prinsip representasi yang menyeluruh," tandas Mohan Roliskana.
Baca Juga: Mohan Janji Rangkul Semua Kalangan, Dinda Serahkan ke Tim Formatur
Anggota Tim Formatur Hamdan Kasim mengatakan penyusunan struktur baru masih berproses.
Diharapkan struktur pengurus baru bisa tuntas sebulan sebelum Musda XI yang digelar 22 Juni lalu.
"Karena kami dikasih waktu sebulan untuk menyusun pengurus," ujar Hamdan.
Dia memastikan tim akan memilih kader-kader terbaik Partai Golkar. Tentu sesuai kapsitas dan bidangnya.
Setelah struktur pengurus tuntas, tahap berikutnya Golkar NTB akan melakukan konsolidasi dengan melakukan suksesi Musda DPD II tingkat kabupaten/kota.
Samua proses itu ditarget tuntas ke 10 kabupaten/kota hingga Desember tahun ini. (mar/r2)
Editor : Kimda Farida