LombokPost - Presiden RI ke 7 Joko Widodo memuji lompatan signifikan yang dicapai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam kinerja politiknya pasca-Pemilu 2024.
Dalam pidatonya di Kongres PSI 2025 yang digelar di Gedung Graha Saba Buana, Solo, Jokowi menyebut bahwa jumlah kader eksekutif dan legislatif PSI kini telah tumbuh pesat dibanding lima tahun lalu.
“Wakil Wali Kota, Bupati, dan Wakil Bupati. Kalau di catatan saya ada 18. Sebelumnya, enggak ada. Ini sudah lompatan. Dari enggak ada menjadi 18," katanya.
Ia juga mencatat bahwa jumlah anggota legislatif PSI yang duduk di DPRD provinsi, kabupaten, dan kota telah melonjak dua kali lipat dari pemilu sebelumnya.
“Kemudian juga anggota DPRD, anggota legislatif. Melompat dua kali lipat. Sekarang sudah ada 181 anggota DPRD, baik provinsi, kabupaten, maupun kota," tambahnya.
Meskipun capaian PSI patut diapresiasi, Jokowi mengingatkan bahwa kemenangan besar tidak datang secara instan.
Ia menekankan pentingnya perencanaan kaderisasi yang matang sejak dini, termasuk siapa yang akan bertarung di tingkat kota, provinsi, hingga pusat.
“Hitungan saya di 2029 mungkin bisa tiga kali lipat. Asal, asal semuanya manajemennya disiapkan mulai dari sekarang. Siapa yang di kota, siapa yang di provinsi, siapa yang di pusat, betul-betul disiapkan sejak dini," ujarnya.
Jokowi memberi peringatan bahwa segala hal yang sifatnya strategis tidak boleh dilakukan secara mendadak.
Semua harus dirancang sejak awal dengan pendekatan yang detail.
“Sehingga calon, calegnya itu mempersiapkan diri mulai dari sekarang. Tidak bisa semua hal itu dilakukan secara dadakan. Pengalaman saya enggak bisa," ucapnya.
Dalam pengamatannya, Jokowi menangkap aura kebangkitan PSI saat menghadiri kongres.
Namun, ia juga memberi sinyal puncak kekuatan PSI belum akan terjadi pada Pemilu 2029, melainkan 2034.
“Saya masuk tadi, feeling kepada saya bahwa auranya PSI ini akan menjadi partai kuat dan partai besar. Tapi, jangan tergesa-gesa. Ada step-step-nya. Belum di 2029," ucapnya.
Ia yakin kebesaran PSI hanya akan benar-benar terjadi jika seluruh mesin dan kader partai benar-benar bekerja keras dan membangun dari sekarang.
“Feeling saya akan mulai di 2034. Dengan catatan semuanya, mestinya semuanya pekerja keras," ungkapnya.
Jokowi menyebut salah satu alasan kenapa ia percaya pada potensi besar PSI adalah karena partai ini telah memilih jalur berbeda dibanding partai-partai lama.
Ia merujuk pada sistem kepemilikan kolektif ala Partai Super Tbk. yang menjadikan seluruh kader sebagai pemilik dan penentu arah partai.
“Kenapa saya yakin PSI akan menjadi partai yang besar, partai yang kuat? Yang pertama, PSI sudah memilih sebagai sebuah partai super tbk," katanya.