Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

DPR Sorot Minimnya Pelibatan Pulau Sumbawa di Ajang Fornas VIII 2025

Umar Wirahadi • Kamis, 31 Juli 2025 | 10:47 WIB
ASPIRATIF: Anggota DPR RI Johan Rosihan menyoroti minimnya pelibatan Pulau Sumbawa sebagai venue di ajang Fornas VIII 2025.
ASPIRATIF: Anggota DPR RI Johan Rosihan menyoroti minimnya pelibatan Pulau Sumbawa sebagai venue di ajang Fornas VIII 2025.

LombokPost – Anggota DPR RI Johan Rosihan mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII 2025 di NTB.

Event nasional itu digelar meriah dan menjadi momentum menguatkan ekonomi lokal masyarakat.

Di sisi lain juga menjadi ajang diplomasi budaya lokal khas NTB. Yaitu suku Sasak, Samawa dan Mbojo.

"Fornas ini jadi kesempatan emas bagi NTB. Tidak hanya dalam olahraga tapi juga menguatkan ekonomi dan kebudayaan," kata Johan, Selasa (29/7). 

Meski demikian, dia menyoroti kurangnya pelibatan masyarakat yang lebih luas. Sebab Fornas VIII 2025 tidak sampai menjangkau Pulau Sumbawa.

Venue yang tersedia hanya di sekitar Pulau Lombok. 

"Terkait Pulau Sumbawa, saya melihat masih ada ruang besar yang belum dimanfaatkan dengan maksimal," ungkap Johan.

Keterlibatan masyarakat di Pulau Sumbawa masih sangat kurang. Bahkan minim sekali.

Baik sebagai peserta, penyelenggara lokal maupun bagian dari destinasi wisata lanjutan pascapelaksanaan Fornas VIII.

Padahal Pulau Sumbawa juga memiliki kekayaan budaya, destinasi yang eksotis serta komunitas olahraga tradisional yang bisa tampil dalam skala nasional seperti Fornas.

"Sayang sekali dalam Fornas VIII ini, promosi Pulau Sumbawa belum terlalu terlihat menonjol," tegas anggota Komisi IV DPR RI itu.

Oleh karena itu, dia berharap Pemprov NTB dan panitia nasional lebih memperhatikan desain event yang mengedepankan semangat kebersamaan setiap warga.

TAMPILKAN BUDAYA KHAS: Potret kemeriahan momen pembukaan Fornas VIII 2025 di halaman Kantor Gubernur NTB, Sabtu malam (26/7).
TAMPILKAN BUDAYA KHAS: Potret kemeriahan momen pembukaan Fornas VIII 2025 di halaman Kantor Gubernur NTB, Sabtu malam (26/7).

Padahal keterlibatan lintas wilayah NTB, termasuk Sumbawa, akan memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap event nasional itu.

"Kita ingin masyarakat NTB dari ujung barat ke ujung timur merasa menjadi tuan rumah, bukan sekadar penonton," kritik anggota DPR RI dapil NTB 1 (Pulau Sumbawa) itu.

Ke depan dia mengingatkan Pemprov NTB dan panitia nasional lebih inklusif dalam mendesain event.

Tujuannya agar tidak hanya berpusat di satu pulau atau satu kota saja.

"Padahal NTB ini kan provinsi kepulauan. Ini kan juga visi gubernur (Lalu Muhamad Iqbal, Red) yang melihat NTB sebagai provinsi kepulauan yang makmur mendunia. Harusnya semua dilibatkan," tandas mantan Anggota DPRD NTB tiga periode itu.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB memastikan kehadiran Fornas VIII memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat NTB.

Sektor perekonomian lokal, misalnya, memberikan multiplayer effect. Fornas telah memberikan dorongan langsung terhadap sektor UMKM.

"Mulai dari usaha kuliner, merchandise maupun pusat oleh-oleh khas NTB merasakan langsung dampak ekonominya," kata Sudirsah. 

Sektor lain yang juga terdongkrak adalah sektor pariwisata dan turunannya. Seperti usaha perhotelan menjadi ramai oleh tamu-tamu yang menginap.

Tempat wisata outdoor, transportasi lokal, dan jasa lokal lainya juga menjadi lebih banyak permintaan. 

Kondisi itu terlihat di sejumlah lokasi venue seperti di Kota Mataram, Lombok Barat, maupun Lombok Tengah.

"Ribuan peserta dan penggembira yang hadir dari berbagai daerah membawa efek ekonomi yang besar," papar Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB itu. (mar/r2)

 

Editor : Jelo Sangaji
#UMKM #pulau sumbawa #Johan Rosihan #Fornas VIII 2025 #Pulau Lombok #budaya #dpr ri #Provinsi NTB