LombokPost – Anggota DPRD NTB belum bersikap terkait rencana pemprov yang akan mengucurkan dana penyertaan modal daerah (PMD) ke BUMD.
Termasuk ke PT Gerbang NTB Emas (GNE). Dewan akan membahas hal itu dalam rapat Badan Anggaran (Banggar).
"Belum ada keputusan spesifik soal dana penyertaan modal ke BUMD," kata Anggota Banggar DPRD NTB M.Nashib Ikroman, Minggu (14/9).
Kendati eksekutif sudah mengalokasikan anggaran suntikan modal ke PT GNE, tapi hal itu harus melalui persetujuan dewan.
Sebab anggaran itu akan dialokasikan dalam Perubahan APBD (P-APBD) 2025 yang saat ini masih dibahas.
Selain di rapat Banggar, juga akan dibahas di Komisi III DPRD NTB yang membidangi urusan keuangan dan perbankan.
"Sama seperti di Banggar, Komisi III juga belum ada pembahasan spesifik. Memang sudah direncanakan untuk dibahas nanti," papar Acip.
Menurutnya, ada perdebatan soal mekanisme penyertaan modal daerah ke BUMD.
Apakah cukup diatur dalam Perda APBD saja atau harus ditindaklanjuti dengan perda spesifik soal penyertaan modal BUMD.
"Memang diskusi ini berkembang. Tapi kami belum putuskan," papar Acip.
Seperti diketahui, PT GNE yang sedang mengalami keterpurukan finansial itu diberi suntikan "vitamin" penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp 8 miliar.
Itu terungkap setelah Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyerahkan dokumen rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD (P-APBD) 2025 kepada DPRD NTB dalam rapat paripurna, Rabu lalu (3/9).
Anggota Komisi III DPRD NTB Muhammad Aminurlah mendorong pemprov untuk memperbaiki tata kelola BUMD.
Di tengah pembenahan itu, dewan mendesak dilakukan audit investigasi terhadap BUMD tersebut.
"Harus diaudit investigasi dulu sebelum ada dana penyertaan modal yang masuk," tegas Maman, sapaan karib Muhammad Aminurlah.
Disampaikan, pihaknya menemukan indikasi di BUMD.
Ini harus menjadi atensi, agar penyertaan modal bisa tepat.
Jika kondisi ini dibiarkan bisa mempengaruhi kinerja korporasi ke depan.
"Ini preseden buruk bagi kinerja manajemen," pungkas politikus PAN itu.
Editor : Siti Aeny Maryam