Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Golkar NTB Jaga Tradisi Aklamasi, Karpet Merah Mohan Menuju Pilgub NTB 2030

Umar Wirahadi • Selasa, 21 Oktober 2025 | 12:04 WIB
Wakil Ketua Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (Pusdek) UIN Mataram Dr Agus menilai tren aklamasi di Musda Golkar kabupaten/kota jadi karpet merah Mohan Roliskana menuju Pilgub NTB 2030
Wakil Ketua Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (Pusdek) UIN Mataram Dr Agus menilai tren aklamasi di Musda Golkar kabupaten/kota jadi karpet merah Mohan Roliskana menuju Pilgub NTB 2030

LombokPost – DPD I Golkar NTB sudah menggelar delapan Musyawarah Daerah (Musda) tingkat II kabupaten/kota. Minus dua kabupaten lagi, Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Dompu.

Menariknya, semua Musda sukses digelar secara aklamasi. Sehingga pemilihan ketua DPD II baru dilakukan dengan suara bulat oleh para pemilik suara.

"Tentu di satu sisi ini menguntung bagi Partai Golkar. Ini memperkuat soliditas dan kekompakan kader," kata Wakil Ketua Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (Pusdek) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Dr Agus.  

Menurutnya, tren aklamasi sangat menguntungkan bagi Ketua DPD I Golkar NTB yang kini dijabat Mohan Roliskana.

Baik dalam agenda politik nasional, yaitu Pemilu 2029. Maupun politik lokal, Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2030.

"Khusus terkait dengan pilgub, saya membaca Partai Golkar sangat peka membaca arah politik lokal 2030," jelas Agus.

Jika yang dibidik adalah Pilgub, sambung dia, tentu hal ini menjadi karpet merah menuju pencalonan Mohan Roliskana.

Di sisi lain, jika wacana undang-undang pilkada diubah dan sistem pilkada dilakukan melalui pemilihan oleh DPRD, maka Ketua DPD I Golkar NTB sangat berpeluang menjadi calon gubernur yang diusung. Apalagi Partai Beringin saat ini menduduki kursi ketua DPRD NTB 

"Berdasarkan kecenderungan sistem politik dan kepemiluan tersebut saya membaca Pak Mohan cukup berpeluang menjadi calon gubernur," papar Agus. 

Di sisi lain, sambung dia, fenomena aklamasi dalam setiap musda menandakan kematangan Golkar dalam politik.

Partai Golkar NTB, sambung dia, ingin mengatakan kepada publik bahwa ia merupakan partai politik yang sudah mapan dalam mengelola konflik organisasi.

Sehingga semua hal diselesaikan dan diputuskan secara kompak, aklamasi dalam pemilihan ketua DPD. "Ini menunjukkan kematangan organisasi partai," sambungnya.

Sekretaris DPD I Golkar NTB Firadz Pariska menyerahkan SK ketua formatur ke Rino Rinaldi setelah terpilih sebagai ketua DPD II Golkar Mataram, Minggu (19/10).
Sekretaris DPD I Golkar NTB Firadz Pariska menyerahkan SK ketua formatur ke Rino Rinaldi setelah terpilih sebagai ketua DPD II Golkar Mataram, Minggu (19/10).

Tapi di sisi lain, muncul juga penilaian bahwa Golkar telah mengalami perubahan dari partai yang demokratis menjadi partai politik yang oligarkis.

Sebab semua keputusan politik dilakukan atas dasar instruksi dari atas. Baik oleh DPD I maupun DPP Golkar. Termasuk dalam Musda DPD II. 

"Saya kira pandangan ini wajar. Tapi lagi-lagi setiap partai politik punya agenda tersendiri ingin menang dalam kontestasi. Sehingga butuh strategi. Selama tidak melanggar AD/ART partai sah-sah saja," papar Agus. 

Menurutnya, parpol perlu memikirkan prinsip partisipasi dalam pemilihan. Sebab salah satu indikator demokrasi adalah partisipasi.

Sehingga idealnya, setiap pemilihan dalam pengurus di tingkat daerah diserahkan ke setiap pemilik suara untuk menentukan masa depan partai. 

"Idealnya dalam kacamata demokrasi, pemilik parpol di pusat atau DPP harus mendengar aspirasi dari setiap daerah. Tapi lagi-lagi seringkali partai juga masih gagap dalam praktik demokrasi," pungkas Wakil Dekan II Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Mataram itu.

Diketahui, delapan Musda terpilih dengan aklamasi. Yang terbaru, dalam Musda Golkar Mataram berhasil memilih Rino Rinaldi sebagai ketua, kemarin. Sabtu lalu (18/10) Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng) HM Nursiah terpilih sebagai ketua DPD II.

Di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) juga terpilih Lalu Ivan Indaryadi secara aklamasi. Adapun di Lombok Timur terpilih Lalu Hasan Rahman dengan aklamasi. 

Sebelumnya, dalam empat kali Musda DPD II di Pulau Sumbawa, pemilihan ketua dilakukan secara aklamasi. Mulai dari Musda Golkar Kota Bima. Di sana terpilih ketua Alfian Indra Wirawan atau Dae Pawan secara aklamasi.

Demikian juga dengan Musda Golkar Kabupaten Bima yang memilih M.Putera Feryandi. Putra sulung Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri itu terpilih secara aklamasi. 

Berikutnya di Kabupaten Sumbawa, terpilih sebagai aklamasi Berlian Rayes. Terakhir di Musda Golkar Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HM Tamzil terpilih dengan aklamasi.

Saat ini, Musda Golkar tingkat II menyisakan dua daerah. Yaitu Kabupaten Dompu di Pulau Sumbawa dan Kabupaten Lombok Utara (KLU) di Pulau Lombok. Pelaksanaan musda di dua daerah itu masih menunggu jadwal yang ditetapkan Golkar NTB.

"Ini masalah penjadwalan saja. Mudah-mudahan dalam Oktober ini semua sudah selesai," kata Sekretaris DPD I Golkar NTB Firadz Pariska. 

Editor : Siti Aeny Maryam
#Pilgub NTB #DPD Golkar NTB #Mohan Roliskana #aklamasi #Musda Golkar