LombokPost – DPRD NTB memberi perhatian serius terhadap nasib petani di Bima yang menjadi korban banjir bandang pada Februari 2025 lalu.
Persisnya di wilayah Kecamatan Wera dan Ambalawi, Kabupaten Bima.
Anggaran untuk memperbaiki infrastruktur terdampak banjir telah dialokasikan dalam Perubahan APBD (P-APBD) NTB 2025. Nominal yang dianggarkan mencapai Rp 1 miliar lebih.
"Kita kasihan dengan para petani di sana sehingga berbagai fasilitas harus segera dianggarkan. Kita ingin agar aktivitas petani bisa bercocok tanam lagi," kata Anggota DPRD NTB Muhammad Aminurlah, Jumat (24/10).
Disampaikan, anggaran lebih dari Rp 1 miliar itu diharapkan bisa membantu para petani yang kehilangan akses jaringan irigasi akibat rusaknya infrastruktur, seperti DAM.
Aminurlah menjelaskan perbaikan tahap awal ini menjadi prioritas agar petani di Kecamatan Wera dan Ambalawi bisa segera kembali beraktivitas.
"Makanya kami sepakati untuk dianggarkan dalam P-APBD agar bisa segera dikerjakan," paparnya.
Menurutnya, DPRD NTB dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memiliki komitmen kuat untuk memulihkan kondisi pascabanjir.
Terutama yang berdampak pada sektor pertanian. Ini penting untuk mendukung program ketahanan pangan yang menjadi agenda prioritas gubernur dalam RPJMD NTB 2025-2029.
Baca Juga: LAZAH NW NTB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bima
"DPRD dan Gubernur memberikan perhatian untuk petani akibat banjir. Insya Allah di APBD murni 2026 akan diperbaiki DAM yang rusak akibat bencana banjir," kata mantan anggota DPRD Kabupaten Bima tiga periode ini.
Dampak banjir merusak total sembilan jembatan rusak berat dan dua jembatan rusak ringan.
Sektor pertanian dan pengairan juga lumpuh setelah tujuh bendungan mengalami rusak berat dan 400 meter saluran irigasi jebol.
"Ini untuk membantu masyarakat kita petani, perkampungan masyarakat yang mengalami banjir kemarin," papar Maman.
Sebagai informasi, banjir besar menerjang dua kecamatan di Kabupaten Bima pada Februari 2025 lalu. Di wilayah Kecamatan Ambalawi sebanyak 170 kepala keluarga (KK) dengan total 253 jiwa terdampak banjir.
Sedangkan di Kecamatan Wera total 79 KK yang terdiri dari 218 jiwa yang disapu air bah.
Di Ambalawi, 15 unit rumah mengalami rusak berat dan 79 unit rumah rusak ringan. Sementara di Wera, tercatat 13 rumah rusak berat dan 181 unit rumah rusak ringan.
Bahkan kebutuhan mendesak berupa pembangunan tempat tinggal dialami oleh tiga kepala keluarga yang di dalamnya terdapat 12 jiwa. Sebab rumah mereka tidak dapat dihuni lagi.
Bukan hanya kerusakan infrastruktur, mirisnya tragedi itu juga merenggut korban jiwa.
Dari data BPBD setempat, tiga orang dinyatakan meninggal dunia dan lima korban lainnya masih dalam pencarian atau hilang.
Editor : Kimda Farida