LombokPost – Golkar NTB bakal menuntaskan Musyawarah Daerah (Musda) di dua daerah yang masih tersisa.
Yaitu DPD II Golkar Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Kabupaten Dompu. Pelaksanaannya diselesaikan November ini.
"Bulan ini kami selesaikan semua," kata Sekretaris DPD I Golkar NTB Firadz Pariska, Senin (3/11).
Disampaikan, Musda akan digelar di KLU lebih dulu. Rencananya akan digelar pertengahan November. Tapi sejauh ini belum ditetapkan soal kepastian waktu pelaksanaan Musda DPD II KLU.
"Kami belum dapatkan laporan dari panitia DPD II. Karena harus disesuaikan dengan tempat. Sehingga belum ada konfirmasi soal kepastian waktunya," ujar Firadz.
Terkait siapa figur yang akan menakhodai DPD II Golkar KLU juga masih menjadi teka-teki. Firadz mengaku belum mendapatkan laporan siapa sosok yang berpotensi memimpin Golkar KLU lima tahun mendatang.
Sebab sejauh ini tahapan pendaftaran belum dibuka sehingga pihaknya tidak bisa berspekulasi siapa yang akan menjadi calon ketua.
Tapi DPD I, ujar dia, akan membuka ruang selebar-lebarnya kepada kader yang sudah memiliki persyaratan untuk maju menjadi calon ketua.
"Yang pasti semua kader berpeluang. Kami punya anggota fraksi (Fraksi Golkar DPRD KLU, Red) atau tokoh senior juga bisa maju. Banyak pilihan. Tapi nanti kita tunggu bagimana hasil verifikasi oleh panitia musda," papar Firadz.
Adapun Musda Golkar Dompu belum bisa diprediksi kapan akan berlangsung. Firadz menampik rencana Musda Golkar Dompu menjadi alot karena terkendala calon ketua DPD II.
Anggota DPRD NTB Efan Limantika yang digadang-gadang memimpin Golkar Dompu periode 2025-2030 kini tersandung dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen dan penyerobotan lahan yang ditangani oleh Satreskrim Polres Dompu.
"Saya kira bukan karena itu. Apalagi karena kita menunggu seseorang dan lain sebagainya, jauh sekali. Sekali lagi ini hanya soal adminstrasi saja," kilahnya.
Terpisah, Ketua DPD II Golkar KLU Mariadi memastikan diri siap melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) setelah turun instruksi resmi dari DPD I Partai Golkar NTB.
Ini untuk memperkuat konsolidasi dan regenerasi kepemimpinan di daerah.
"Prinsipnya seluruh perangkat organisasi sudah siap. Kami hanya menunggu waktu yang ditetapkan oleh DPD I. Begitu ada perintah, kami langsung laksanakan," kata Mariadi.
Disampaikan, Musda ini menjadi momentum penting bagi Partai Golkar di Lombok Utara untuk memperkuat konsolidasi menjelang tahun politik.
Menurutnya, struktur kepengurusan hasil Musda nanti akan berperan besar dalam menggerakkan mesin partai menghadapi Pemilu 2029 dan Pilkada mendatang.
"Bagi kami, Musda bukan sekadar agenda rutin. Ini bagian dari penugasan partai dan bentuk kesiapan kader dalam menghadapi dinamika politik ke depan," paparnya.
Terkait siapa figur yang akan maju memimpin Partai Beringin di Lombok Utara, Mariadi mengaku belum tahu.
Dikatakan, Musda kali ini bisa saja membuka ruang bagi munculnya sosok-sosok potensial di tubuh Golkar KLU.
"Kalau soal siapa figur, kami di daerah menunggu arahan DPD I. Ini demi menjaga soliditas partai ke depan," pungkasnya.
Editor : Rury Anjas Andita