LombokPost – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberi perhatian serius terhadap kasus hukum yang membelit eks Ketua DPD Demokrat NTB Indra Jaya Usman alias IJU.
Ia pun langsung menunjuk Letkol Inf (Purn) Si Made Rai Edi Astawa sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Demokrat NTB.
Made Rai Edi Astawa bergerak cepat memimpin konsolidasi ke sejumlah DPC di NTB, Senin (1/12).
DPC yang disambangi pertama kali adalah DPC Demokrat Lombok Tengah (Loteng) lalu dilanjutkan dengan DPC Demokrat Kota Mataram pada Senin malam.
Ia didampingi Deputi Wilayah Nusa Tenggara BPOKK DPP Demokrat Samsul Bahara dan Sekretaris DPD Demokrat NTB Andi Mardan.
"Kehadiran kami ke DPC-DPC untuk memperkuat konsolidasi kader Partai Demokrat di Provinsi NTB," kata Made Rai, sapaan karibnya, kepada Lombok Post.
Disampaikan, ada tiga tujuan utama kedatangannya ke DPC-DPC. Yang pertama adalah meningkatkan soliditas partai.
Ia lalu menyinggung kasus hukum yang menimpa IJU. Mantan Ketua DPD Demokrat NTB itu menjadi tersangka dan ditahan tim Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB dalam kasus dugaan gratifikasi dana "siluman" di DPRD NTB.
"Pastinya dengan ada kejadian kemarin (kasus hukum IJU, Red) membawa keprihatinan kami semua di Partai Demokrat," ujar Made Rai.
Baca Juga: Ketua DPRD NTB Klaim Tidak Ganggu Kinerja Setelah Dua Anggotanya Ditahan dalam Kasus Dana Siluman
Ketum Partai Demokrat AHY, sambung dia, merasa sangat prihatin dengan kejadian hukum yang menimpa IJU.
Meski demikian, partai sangat menghormati proses hukum yang berlaku. Apalagi semua partai juga pernah mengalami ujian seperti itu.
"Partai juga telah memberikan pendampingan hukum yang baik kepada Bapak IJU," imbuhnya.
Menurutnya, partai berkewajiban memberikan bantuan hukum melalui Badan Hukum dan Pengamanan DPP Partai Demokrat.
Hal itu sesuai dengan AD/ART partai tanpa melihat kasus per kasus. Yang penting pendampingan dulu sebagai bentuk solidaritas.
"Namanya kita bernaung di dalam satu rumah besar, kan harus memberi pendampingan. Masalah bagiamana ke depan harus menghormati proses hukum. Pendampingan harus diberikan oleh partai sebagai keluarga besar," paparnya.
Selain membangun soliditas, Made Rai juga menggelar konsolidasi internal untuk menata organisasi hingga ke tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting.
"Makanya tadi kami juga membagikan SK pengurus PAC untuk memperkuat organisasi hingga ke bawah," sambungnya.
Konsolidasi dilakukan untuk memperkuat mesin pemenangan partai. Tujuan utamanya adalah menghadapi Pemilu 2029.
Pihaknya punya target khusus menaikkan jumlah kursi di parlemen. Mulai dari DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi serta DPRD RI.
"Tujuan kami jelas memenangkan Pileg 2029. Untuk DPR RI, kami ingin menambah satu kursi lagi di dapil NTB 1 (Pulau Sumbawa, Red)," sambungnya.
Sekretaris DPD Demokrat NTB Andi Mardan menambahkan penambahan akan dilakukan untuk kursi DPRD kabupaten/kota dan DPRD Provinsi NTB.
Untuk dewan kabupaten/kota ditargetkan semua DPC memiliki satu fraksi utuh. Sejauh ini, masih ada DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan DPRD Kabupaten Sumbawa yang terdiri dari fraksi gabungan.
"Di Pileg 2029 semua DPC harus menjadi fraksi utuh," paparnya.
Jumlah kursi DPRD NTB juga ditargetkan untuk bertambah. Dari enam kursi menjadi minimal delapan kursi.
Sehingga Partai Demokrat memiliki kursi pimpinan dewan di kantor Udayana. "Sehingga kita akan bekerja keras mewujudkan kemenangan ini," tegas anggota DPRD Loteng itu.
Editor : Jelo Sangaji