LombokPost – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS NTB menyusun program unggulan untuk meningkatkan performa partai.
Sebanyak 8 program dirancang dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 2025 yang berlangsung di Hotel Lombok Garden, Kota Mataram yang digelar Sabtu-Minggu (29-30/11).
Rakerwil yang dihadiri jajaran pengurus wilayah dan daerah se-NTB ini menjadi momentum penetapan arah kebijakan organisasi untuk satu tahun ke depan.
"Delapan program unggulan dan proyek strategis ini harus diimplementasikan untuk kemajuan daerah," kata Ketua DPW PKS NTB Uhibbdussa'adi, Senin (1/12).
Rakerwil dihadiri sejumlah tokoh partai. Di antaranya Ketua Biro Organisasi DPP PKS Johan Rosihan, Ketua MPW PKS NTB Yek Agil Al Haddar, Ketua DSW PKS NTB TGH Patompo Adnan, Sekretaris DPW PKS NTB Dadan Andiyana, Bendahara DPW PKS NTB Eko Anugraha, dan Ketua BKAP PKS NTB TGH Patimurra Farhan.
"Rakerwil ini menjadi tahapan penting dalam upaya meraih kemenangan politik," ujar Uhibbdussa'adi.
Disampaikan, Rakerwil 2025 menjadi momentum penting dalam menyelaraskan rencana kerja partai.
Melalui Rakerwil ini, PKS NTB telah menetapkan program unggulan dan proyek strategis yang akan diimplementasikan dalam berbagai kegiatan dan diturunkan ke daerah.
"Kami berharap, seluruh program ini dapat benar-benar menjadi solusi bagi permasalahan masyarakat NTB," tegas Uhibbdussa'adi.
Lebih lanjut, ia menekankan komitmen PKS untuk terus membangun kolaborasi. Pihaknya akan senantiasa berkolaborasi dengan semua pihak untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat NTB.
"Fokus utama kami adalah meningkatkan kualitas pelayanan di tengah-tengah masyarakat," tambahnya.
Kegiatan Rakerwil ini menunjukkan keseriusan PKS dalam menyambut tahun kerja 2026 dengan perencanaan yang matang dan terarah.
Ketua Biro Organisasi DPP PKS Johan Rosihan menjelaskan bahwa fokus gerak PKS periode 2025-2030 bertumpu pada konsep K2P2 yakni kader, kaderisasi dan pelayanan publik yang menjadi dasar seluruh program kerja.
"Ada delapan program kerja unggulan PKS yang harus segera dilaksanakan dan disosialisasikan sampai ke tingkat daerah. Semuanya bertumpu pada K2P2," kata Johan.
Adapun delapan program tersebut meliputi Rumah keluarga Indonesia (RKI). Juga Gerakan ekonomi mandiri (GEMA), serta Sekolah kader patriot Indonesia (SAKTI).
Ada juga Akademi pemimpin Indonesia (API), Transformasi digital PKS (TOTAL-PKS), Advokasi kebijakan untuk rakyat (AKAR), Jaring wakil rakyat (JAWARA), dan Perluasan keanggotan dan relawan (JOIN PKS).
Ditegaskan, program-program ini tidak boleh hanya sebatas rencana. Semua elemen, pengurus, kader, pejabat publik, hingga mitra strategis harus berkoordinasi dan bersinergi agar pelaksanaannya benar-benar berjalan.
"Kekuatan PKS ada pada kader yang solid, aktif dan memberi dampak," pungkas Johan.
DPW PKS NTB pun secara resmi menyerahkan rekomendasi program tersebut kepada seluruh pengurus DPD PKS se-NTB sebagai pedoman kerja selama setahun mendatang.
Editor : Marthadi