LombokPost – DPP Partai Bulan Bintang (PBB) akan melantik pengurus DPW dan DPC se-NTB Senin hari ini (15/12).
Pelantikan yang digelar di Hotel Lombok Raya Mataram itu akan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PBB Gugum Ridho Putra.
"Pelantikan serentak ini adalah momen bagi kader PBB di NTB untuk melakukan konsolidasi internal," kata Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsy.
Pelantikan pengurus hari ini mengambil tema "Bergerak Cepat Mengembalikan Kejayaan PBB".
Menurut Nadirah, tema itu sengaja diambil untuk memacu semangat kader dalam meraih simpati rakyat.
"PBB pernah berjaya di NTB. Kami ingin semangat kejayaan itu digaungkan lagi oleh seluruh kader," paparnya.
Usai mengantongi SK DPP PBB, Nadirah memang bergerak cepat melakukan konsolidasi ke seluruh DPC.
Agenda utama adalah mengelar Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PBB se-NTB. Muscab digelar maraton mulai Juni hingga Oktober.
Nadirah menekankan ke para kader PBB agar tidak boleh lagi berjalan pelan. Tapi harus berlari untuk mengejar ketertinggalan dan meraih kejayaan.
"Tidak ada waktu untuk berjalan, kita harus berlari mengejar ketertinggalan. Kita harus yakin dan optimis pondasi PBB kini semakin kuat menuju pemilu berikutnya," papar Nadirah.
Untuk mendongkrak perolehan suara 2029 dirinya sudah menyusun strategi. Di antaranya dengan membuka peluang terhadap terhadap tokoh-tokoh potensial dan kelompok strategis untuk bergabung menjadi keluarga besar PBB NTB.
Termasuk yang paling dilirik adalah kalangan perempuan dan generasi Z.
"PBB harus jadi partai terbuka. PBB harus membuka ruang bagi perempuan hebat dan gen Z yang harus kita garap dengan serius," imbuhnya.
Menurutnya, merangkul kelompok perempuan dan gen Z sangat penting.
Perempuan adalah pemilih mayoritas dan gen Z adalah generasi yang sangat melek dengan perkembangan teknologi. Termasuk di antaranya generasi milenial.
"Kerja politik juga harus kreatif dengan melibatkan anak-anak muda gen Z," tegas anggota DPRD NTB itu.
Ia pun memperkenalkan lima spirit berjaya yang menjadi pedoman gerak PBB ke depan. Yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tepat, dan kerja tuntas.
"Kerja tuntas itu artinya kita juga harus mengawal kinerja para anggota DPRD dari PBB, agar kerja politik kita tidak hanya berhenti saat pemilu, tetapi juga menyentuh rakyat setiap hari," pungkas anggota Komisi V DPRD NTB itu.
Editor : Siti Aeny Maryam