LombokPost – DPW PPP NTB menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) yang dihadiri Ketua Umum Muhamad Mardiono, Rabu (24/12).
Muswil menghasilkan terpilihnya lima anggota tim formatur. Mereka inilah yang akan menyusun dan membentuk struktur pengurus baru DPW PPP NTB periode 2026-2031.
"Sesuai mandat tim formatur akan bekerja selama tujuh hari. Tapi dalam situasi tertentu ada kebijakan dari DPP mengingat waktu sehingga bisa saja dipersingkat," kata Ketua Panitia Muswil DPW PPP NTB Lalu Purniawan Efendi.
Disampaikan, lima anggota tim formatur terdiri dari Ketua Umum DPP PPP Mardiono sekaligus sebagai ex officio ketua tim formatur.
Empat anggotanya adalah Ketua DPW PPP NTB H Muzihir, Ketua DPC PPP Lombok Tengah H Mayuki, Ketua DPC Sumbawa Rusli Manawari, dan Ketua DPC Dompu Subhan.
"Pemilihan lima tim formatur itu dilakukan melalui musyawarah mufakat. Forum muswil menyepakati nama-nama yang menjadi tim formatur ini," jelas Purniawan.
Dari 10 kabupaten/kota, hanya ada 2 DPC yang tidak menghadiri muswil.
Yaitu DPC PPP Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan DPC PPP Kota Bima. Sedangkan fungsionaris di 8 DPC lainnya kompak hadir.
Meski ada dua DPC yang absen, Purniawan memastikan muswil sudah kuorum. Karena dalam AD/ART, muswil bisa digelar dengan dihadiri minimal 3/4 DPC. "Nah ini sudah lebih dari itu. Sehingga muswil ini sah dan legitimate secara aturan partai," paparnya.
Ketua DPW PPP NTB H Muzihir mengatakan muswil yang digelar Rabu (24/12) berjalan sukses dan lancar.
Saat ini, jelas dia, tim formatur sedang fokus menyusun struktur pengurus baru periode 2026-2031. Semua struktur akan dibentuk. Mulai dari ketua DPW, sekretaris, bendahara, wakil ketua, wakil sekretaris dan seluruh bidang.
Ia pun menyatakan kesiapannya memimpin Partai Kakbah NTB periode lima tahun mendatang.
"Ketua umum (Mardiono, Red) sudah menyerahkan sepenuhnya ke saya. Tinggal nanti di-SK-kan," ujarnya.
Ia menargetkan struktur sudah terbentuk lengkap sebelum tanggal 29 Desember ini. Sehingga pihaknya akan langsung mengajukan ke DPP untuk di-SK-kan.
"Personelnya sudah ada. Tinggal kita tata mana yang cocok di sekretaris, bendahara, wakil ketua, wakil sekretaris dan seterusnya. Kalau ketua DPW kan jelas ," ujar Muzihir.
Salah satu yang menarik perhatian adalah sosok sekretaris wilayah (Sekwil) PPP NTB ke depan.
Muzihir memastikan sekretaris DPW tidak akan dijabat lagi oleh Sekwil yang lama, Mohammad Akri yang sudah menjabat dua periode. Apalagi Mohammad Akri tidak hadir dalam pelaksanaan Muswil Rabu (24/12).
"Siapa sosok yang kira-kira mendampingi saya sebagai sekretaris masih ditimang-timang. Tapi nama sudah ada di kantong," ungkapnya.
Ia pun menyebut sejumlah figur yang layak mendampinginya. Di antaranya ada nama Ketua DPC PPP Loteng H Mayuki, Ketua DPC PPP Sumbawa Rusli Manawari.
Di luar anggora tim formatur beredar juga nama Anggota DPRD NTB Sitti Ari dan Marga Harun. "PPP tidak kekurangan kader. Mereka ini layak semua. Tergantung ketua mana yang nyaman nanti," kata Wakil Ketua DPRD NTB itu.
Muzihir pun menyebutkan kriteria Sekwil yang akan mendampinginya memimpin PPP NTB lima tahun mendatang. Seorang Sekwil, papar dia, adalah sosok yang loyal dengan ketua DPW.
"Sosok sekretaris yang utama adalah sosok sekretaris yang patuh. Tahu tanggung jawabnya sebagai sekretaris. Tidak melampaui kewenangan dari ketua," katanya.
Pernyataan Muzihir itu seolah menyindir Mohammad Akri yang dinilainya kerap bersebrangan.
Puncaknya saat berlangsung Muktamar X PPP pada akhir September 2025 lalu. Kubu Muzihir mendukung Mardiono, sedangkan Mohammad Akri beralih mendukung Agus Suparmanto.
"Kebijakan strategis partai itu berada di tangan ketua. Bukan di sekretaris. Kalau sekretaris itu melakukan tugas administratif ke dalam maupun ke luar. Itu tercantum dalam AD/ART partai," pungkasnya.
Editor : Kimda Farida