LombokPost – Sebagai provinsi kepulauan, NTB sangat kaya dengan potensi agromaritim. Seperti bidang pertanian, kelautan dan perikanan serta peternakan.
Jika digarap dengan maksimal, sektor ini bisa menghasilkan pendapatan daerah maupun kesejahteraan masyarakat.
"Kita mendorong agar ada BUMD yang bisa berinvestasi di bidang agromaritim," kata Anggota Komisi III DPRD NTB Muhammad Aminurlah, Kamis (8/1).
Sektor ini dinilai sangat potensial. Ada beberapa komoditas unggulan berskala nasional yang bisa dimaksimalkan.
Seperti garam, budi daya udang vaname, rumput laut, bawang dan jagung.
"Garam contohnya. Kualitas garam NTB diakui nasional. Masuk empat besar dengan kualitas terbaik," ujarnya.
Nah, jika ada BUMD yang berinvestasi di sektor garam, akan bisa menjadi nilai tambah bagi perekonomian NTB. Sektor ini juga bisa menyerap banyak tenaga kerja.
Sehingga garam asal NTB bisa menjadi garam yang berstandar. Minimal garam beryodium yang punya standarisasi.
"Saya lihat garam ini sangat potensial. Ini prospek sekali. Karena diolah sedikit saja bisa meningkatkan harga jual dan bisa menyerap tenaga kerja," papar Maman, sapaan karibnya.
Ia meminta BUMD untuk berinovasi melihat peluang bisnis. Jika tidak mampu bekerja sendiri karena modal usaha yang terbatas, maka bisa melakukan kolaborasi dengan mengundang pelaku usaha lain.
"Ini sangat mungkin dilakukan oleh BUMD kita. Tinggal mau atau tidak melakukan ekspansi. Tentu harus dengan perhitungan yang cermat," imbuhnya.
Maman mengingatkan bahwa pendirian BUMD memiliki dua fungsi utama. Fungsi pertama memberikan kontribusi bagi daerah untuk mendukung pembangunan daerah. Sehingga setiap perusahaan daerah memiliki kewajiban dalam bentuk dividen ke APBD.
"Dan fungsi kedua untuk mensejahterakan masyarakat. Saya kira keduanya ini bisa berjalan kalau BUMD kita dikelola dengan profesional," pungkas politisi PAN itu.
Anggota Komisi III lainnya Harwoto mengatakan pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) harus menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Nah,salah satunya dengan inovasi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Pihaknya mendorong Pemprov NTB harus lebih kreatif dalam menggali sumber-sumber PAD.
Dikatakan, Provinsi Bumi Gora memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang sangat melimpah.
Selain sektor agromaritim, pemprov juga bisa memaksimalkan sektor pariwisata hingga pertambangan. Semua potensi tersebut belum dikelola secara maksimal.
"Saya kira BUMD kita bisa masuk ke sini untuk mengembangkan core bisnis," ujarnya.
Editor : Marthadi