LombokPost – Cuaca ekstrem berupa tingginya intensitas hujan turut mempercepat kerusakan infrastruktur di awal tahun ini. Sejumlah ruas jalan milik provinsi dilaporkan rusak berat.
Salah satunya di wilayah Sekotong, Lombok Barat. Di sana, jalan provinsi yang menghubungkan sejumlah dusun di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, terbelah dan amblas setelah hujan deras di akhir Januari lalu.
Kondisi jalan tidak bisa dilintasi roda empat. Bahkan kerusakan ini berakibat pada lumpuhnya operasional angkutan medis Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengolahan Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) milik Pemprov NTB.
Kerusakan jalan provinsi sejak akhir Januari itu memantik perhatian serius Komisi IV DPRD NTB yang membidangi bidang infrastruktur dan fisik.
Sekretaris Komisi IV DPRD NTB Hasbullah Muis Konco meminta Pemprov melalui Dinas PUPRPKP NTB untuk segara bertindak. "Kami minta segera diperbaiki. Jangan tunggu kerusakan lebih parah," kata Konco, sapaan karib Hasbullah Muis Konco.
Disampaikan, penanganan harus segera dilakukan. Karena jika tidak segera diperbaiki dampaknya akan serius.
Bukan hanya memperluas titik kerusakan, tapi juga aktivitas distribusi limbah medis menuju lokasi insinerator mengalami hambatan serius yang berpotensi memicu penumpukan limbah berbahaya.
"Saya dengar untuk sementara ini pengangkut sampah B3 tidak dapat menuju lokasi pengolahan karena jalan itu putus," ujar Konco.
Disampaikan, ruas jalan provinsi di wilayah Sekotong, Lobar, memang gampang mengalami kerusakan. Ditambah lagi tidak ada drainase di ruas itu. Sehingga saat hujan lebat akses jalan tergenang banjir. "Jadi rawan ambles seperti sekarang ini," papar Konco.
Anggota Komisi IV DPRD NTB Abdul Rahim mengatakan pembangunan jalan provinsi di wilayah Lobar bagian selatan harus menjadi perhatian Dinas PUPRPKP NTB.
Karena itu menjadi tanggung jawab Pemprov NTB. Bahkan DPRD telah mengusulkan jalan provinsi Kabupaten Lobar bagian selatan menjadi skala prioritas di tahun 2026.
"Kami minta ini jadi priortas tahun depan. Harus ada peningkatan dan pelebaran jalan. Termasuk satu paket dengan drainasenya," papar Abdul Rahim.
Bukan hanya wilayah Sekotong. Ruas jalan lainnya yang rawan rusak saat musim hujan seperti ini adalah jalan provinsi Rembiga-Pemenang.
Kondisi itu dipicu oleh longsor dari sisi bukit sehingga memutus arus lalu lintas. Insiden seperti itu pernah terjadi awal Januari lalu.
"Kami minta tim Dinas PUPRPKP siaga penuh menghadapi ancaman kerusakan infrastruktur selama musim hujan ini," Bram, sapaan karib Abdul Rahim.
Editor : Prihadi Zoldic