Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perhatikan Kelayakan Armada, Ketua DPRD Minta Utamakan Keselamatan Pemudik

Umar Wirahadi • Minggu, 15 Maret 2026 | 12:40 WIB

Kapal siap berlayar dari Pelabuhan Kayangan ke Poto Tano, Sumbawa, beberapa waktu lalu. DPRD NTB menyoroti kelayakan armada untuk mengangkut pemudik.
Kapal siap berlayar dari Pelabuhan Kayangan ke Poto Tano, Sumbawa, beberapa waktu lalu. DPRD NTB menyoroti kelayakan armada untuk mengangkut pemudik.

LombokPost – DPRD NTB terus menyoroti kelayakan armada kapal yang beroperasi di penyebrangan Kayangan, Lombok Timur, menuju Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Apalagi memasuki musim angkutan mudik Lebaran saat ini. 

Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda menegaskan berbagai insiden seperti kapal mati mesin di tengah laut harus menjadi perhatian serius. Insiden ini menjadi ancaman keselamatan para penumpang.

"Jangan menganggap masalah ini sepele. Ini persoalan nyawa. Keselamatan haruslah menjadi nomor satu," kata Isvie, Jumat (13/3).

Ia mendesak pemprov melalui Dinas Perhubungan (Dishub) NTB untuk mengambil sikap tegas. Sidak harus dilakukan dengan menghentikan izin operasional kapal-kapal bermasalah. Khususnya kapal-kapal uzur yang sudah tidak layak operasi.

"Misalnya ramp check armada ini pasti dilakukan. Tapi harus ada keberanian untuk juga hentikan operasional kapal-kapal tua yang sering mati mesin ini. Ini demi keselamatan," tegas Isvie. 

Menurutnya, jangan sampai ada insiden kapal di tengah laut baru dilakukan penindakan. Kalau itu yang dilakukan, upaya pencegahan terhadap keselamatan penumpang akan terlambat.

"Jangan sampai menunggu ada kapal tenggelam baru kita lakukan penanganan. Itu sangat terlambat. Lakukan upaya pencegahan apalagi ini ada momen mudik Lebaran," cetus politisi Partai Golkar itu.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD NTB H Muzihir. Ia mendesak Dishub NTB untuk segera mengambil langkah konkret dalam menjamin kelayakan kapal penyebrangan.

Ia mendorong Dishub segara melakukan uji kelayakan atau ramp check secara ketat terhadap semua kapal yang beroperasi. Baik dari aspek mesin, fasilitas keselamatan, hingga kapasitas penumpang.

"Dan pemprov harus tegas. Kami minta hentikan operasional kapal yang tidak memenuhi standar dan memastikan tidak ada dispensasi terhadap kapal yang tidak layak operasi," terang Muzihir.

Legislator Udayana asal Sumbawa Abdul Rahim mengatakan hingga saat ini masih ditemukan kapal-kapal tua beroperasi di penyebarangan Kayangan-Poto Tano. Ia mengetahui karena kapal yang pernah mengalami mati mesin masih beroperasi sampai sekarang.

"Kami sesalkan karena belum ada tindakan tegas dari pemerintah. Buktinya kapal-kapal yang pernah bermasalah masih operasi sampai sekarang," ungkapnya. 

Seperti diketahui, keselamatan penumpang di jalur penyeberangan Kayangan-Poto Tano pernah mengalami insiden di tengah laut pada November dan Desember 2025.

Dua kapal yang mengalami kejadian horor itu adalah Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Surya Kayangan dan KMP Liberty.

Dua kapal itu mengalami mati mesin di tengah laut saat berlayar dari Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Poto Tano. Video amatir saat insiden kapal mati mesin itu viral di media sosial dan membuat panik seluruh penumpang. 

"Saya minta jangan main-main dengan keselamatan. Masalahnya saya juga sudah pernah mengalami kapal yang mati mesin di tengah laut," ungkap politisi PDIP itu. 

Editor : Kimda Farida
#kapal tua #Mudik Lebaran #kapal mati mesin #DPRD NTB #kayangan-poto tano