LombokPost – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB berkomitmen untuk menjaga netralitas jika ditetapkan sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35. NTB siap menjadi wilayah yang bisa menjembatani berbagai kepentingan kubu.
"Kami akan netral dan independen demi menjaga marwah organisasi NU dalam muktamar," lata Ketua PWNU NTB Prof Masnun Tahir, Rabu (8/4).
Disampaikan, netralitas itu akan ditegakkan jika PWNU NTB dipilih sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35. Meski demikian, setiap anggota secara personal memiliki hak untuk menentukan piliannya.
Baca Juga: PWNU NTB Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
"Kami sebagai tuan rumah akan menyambut semua muktamirin tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain. Semua kami rangkul," jelas Prof Masnun.
Sekretaris PWNU NTB Lalu Daud Nurjadi menegaskan bahwa posisi tuan rumah harus berada di tengah. Ia menilai netralitas menjadi syarat utama agar semua pihak merasa nyaman.
"Sebagai tuan rumah, kita harus netral dan bisa menjembatani semua pihak," ujarnya.
Baca Juga: Peringati HPN 2026, PWNU NTB Dorong Media Lebih Bertanggung Jawab
Provinsi NTB memiliki posisi strategis karena berada di luar Pulau Jawa. Hal ini membuatnya relatif lebih netral dibandingkan wilayah lain yang memiliki basis kekuatan besar.
"NTB berada di luar Pulau Jawa. Sehingga diharapkan bisa lebih netral dibandingkan wilayah lain," papar Daud.
Seperti diketahui, PWNU NTB siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.
Baca Juga: Anggota DPRD Hingga Kepala Daerah Ramai-Ramai Gabung PWNU NTB
Potensi NTB untuk menjadi tuan rumah terbuka lebar. PWNU NTB pun sudah bersurat ke PBNU untuk menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Muktamar NU tahun ini.
Ada sejumlah alasan kuat yang membuat NTB layak dan siap menjadi tuan rumah Muktamar NU.
Selain kesiapan organisasi dan dukungan masyarakat, NTB juga memiliki jejak sejarah dan figur penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.
Yaitu dengan keberadaan sesepuh NU, TGH Lalu Muhammad Turmuzi Badaruddin. Tokoh yang juga dikenal sebagai Datok Bagu itu bukan hanya tokoh NU NTB, tapi juga milik NU Indonesia. Hal itu menjadi bagian dari kekuatan moral dan historis bagi PWNU NTB untuk ikut berkhidmah dan menyukseskan Muktamar NU 2026.
Di sisi lain, infrastruktur Provinsi NTB juga dinilai sangat siap untuk menggelar event nasional berskala besar seperti Muktamar NU.
Semua jalur transportasi seperti bandara, pelabuhan maupun jalur darat siap menyambut ribuan nahdliyin se-Indonesia. Rencananya, lokasi utama akan dipusatkan di kawasan Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, Lombok Tengah.
Editor : Redaksi