LombokPost – Usulan agar Provinsi NTB menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35 mendapat dukungan luas. Kali ini dukungan datang dari tokoh NU, KH Masduki Baidlowi. Figur yang sudah lama berkecimpung sebaga pengurus PBNU itu mendukung penuh penetapan NTB senagai tuan rumah.
"Saya harapannya begitu. Secara personal ikut mendukung dan mendorong (NTB jadi tuan rumah Muktamar NU ke-35, Red)," kata KH Masduki Baidlowi.
Hal itu disampaikan kepada wartawan usai melantik pengurus MUI NTB periode 2025-2030 di Auditorium UIN Mataram, Sabtu lalu (11/04). Menurut Masduki, peluang NTB menjadi tuan rumah masih sangat terbuka.
Baca Juga: Tiga Daerah Berpotensi Jadi Tuan Rumah Muktamar NU, Gus Yahya Disebut-sebut Kembali Maju
"Saya kira kans NTB masih terbuka. Doakan saja," ujarnya.
Menurutnya, banyak nahdliyin akan merasa senang jika NTB benar-benar dipilih sebagai tuan rumah muktamar.
Selain siap secara infrastruktur, NTB juga memiliki sejarah karena pernah menjadi tuan rumah Munas NU di zaman kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Baca Juga: PWNU NTB Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Sehingga seandainya saat ini ditetapkan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35, banyak yang menyambut dan memberi dukungan.
"Apalagi Tuan Buru Bagu (TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin, Red) yang menjadi sesepuh NU sekarang beliau sudah sepuh. Bisa dijadikan semacam kenang-kenangan," ungkapnya.
Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan wilayah mana yang ditetapkan jadi tuan rumah. Sebab beberapa daerah juga mengajukan diri. Seperti Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri, Jakarta hingga Surabaya. Sebelum ditetapkan, biasanya akan melalui Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU. Di forum situlah nanti akan ditetapkan waktu dan tempat pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
Baca Juga: Islah di Lirboyo! Konflik PBNU Berakhir, Rais Aam dan Ketua Umum Sepakat Gelar Muktamar Bersama
"Bisa jadi nanti supaya tidak mengecewakan daerah, bisa saja Munas dan Konbes NU di NTB. Tapi Muktamar digelar di daerah lain. Tapi sebaiknya kita tunggu saja," pungkas Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI Pusat itu.
Kesiapan PWNU NTB
Seperti diketahui, PWNU NTB siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35. Potensi NTB untuk menjadi tuan rumah terbuka lebar. PWNU NTB pun sudah bersurat ke PBNU untuk menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Muktamar NU tahun ini.
Ada sejumlah alasan kuat yang membuat NTB layak dan siap menjadi tuan rumah Muktamar NU. Selain kesiapan organisasi dan dukungan masyarakat, NTB juga memiliki jejak sejarah dan figur penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.
Yaitu dengan keberadaan sesepuh NU, TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin. "Kita punya jangkar di NTB. Yaitu Almukarrom Datok Bagu. Beliau bukan hanya tokoh NU NTB, tapi juga milik NU Indonesia. Hal itu menjadi bagian dari kekuatan moral dan historis bagi PWNU NTB untuk menyukseskan Muktamar NU ke-35 ini," kata Ketua PWNU NTB Prof Masnun Tahir.
Pihaknya berkomitmen untuk menjaga netralitas jika ditetapkan sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35. NTB siap menjadi wilayah yang bisa menjembatani berbagai kepentingan kubu. "Kami sebagai tuan rumah akan menyambut semua muktamirin tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain. Semua kami rangkul," jelas Prof Masnun.
Sekretaris PWNU NTB Lalu Daud Nurjadi menegaskan bahwa posisi tuan rumah harus berada di tengah. Ia menilai netralitas menjadi syarat utama agar semua pihak merasa nyaman.
"Sebagai tuan rumah, kita harus netral dan bisa menjembatani semua pihak," ujarnya.
Provinsi NTB memiliki posisi strategis karena berada di luar Pulau Jawa. Hal ini membuatnya relatif lebih netral dibandingkan wilayah lain yang memiliki basis kekuatan besar.
"NTB berada di luar Pulau Jawa. Sehingga diharapkan bisa lebih netral dibandingkan wilayah lain," tambah Daud.
Di sisi lain, infrastruktur Provinsi NTB juga dinilai sangat siap untuk menggelar event nasional berskala besar seperti Muktamar NU. Semua jalur transportasi seperti bandara, pelabuhan maupun jalur darat siap menyambut ribuan nahdliyin se-Indonesia. Lokasi utama muktamar akan dipusatkan di kawasan Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, Lombok Tengah. (mar/r2)
Editor : Redaksi