Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Idolakan Sang Proklamator, Abdul Rahim Dalami Ideologi Bung Karno Lewat Buku

Umar Wirahadi • Senin, 13 April 2026 | 12:30 WIB
DPRD NTB Abdul Rahim (Umar/Lombok Post)
DPRD NTB Abdul Rahim (Umar/Lombok Post)

LombokPost – Anggota DPRD NTB Abdul Rahim mengaku sangat mengidolakan sosok Bung Karno.

Itu diwujudkan dengan melahap buku-buku buah karya Sang Proklamator Kemerdekaan itu.

"Dari ide dan pemikiran, saya merasa bangga menjadi anak ideologis beliau," kata Bram, sapaan karib Abdul Rahim kepada Lombok Post.

Baca Juga: Kantor DPRD NTB Mulai Dirobohkan

Di antara buku favorit yang dibacanya adalah Di Bawah Bendera Revolusi. Ini merupakan buku kumpulan gagasan Soekarno yang diterbitkan tahun 1964. "Dari buku ini saya belajar tentang ideologi, nasionalisme, dan strategi politik," ujar Bram.

Dikatakan, karya pemikiran Presiden pertama Indonesia ini terdiri dari dua jilid, jilid 1 dan 2.

Buku Di Bawah Bendera Revolusi itu berisi tulisan-tulisan Bung Karno dalam masa revolusi menuju Indonesia merdeka.

Baca Juga: Jaksa Belum Panggil Dewan Penerima Gratifikasi, Publik Desak Jaksa Dalami Keterlibatan 15 DPRD NTB

Jilid pertama fokus pada masa pergerakan nasional hingga 1950-an.

Sedangkan jilid kedua membahas revolusi pascakemerdekaan dan upaya mempertahankan kedaulatan.

"Jujur saja buku ini jadi inspirasi dan motivasi saya untuk berjuang lewat politik," ucapnya.

Baca Juga: Nama Wakil Ketua DPRD NTB Lalu Wirajaya Mencuat, Disebut Punya Peluang Kuat Menangkan Pilkada Loteng 2029

Selain Di Bawah Bendera Revolusi, buku lain yang telah dilahapnya adalah

Indonesia Menggugat (Imperialisme dan Kapitalisme, Imperialisme di Indonesia, Pergerakan di Indonesia).

Buku ini ditulis di dalam penjara dan menjadi pidato pembelaan Bung Karno pada persidangan di Landraad,  Bandung, tahun 1930.

"Buku ini isinya tentang keadaan politik internasional dan kerusakan masyarakat Indonesia di bawah penjajah. Pidato pembelaan ini menjadi dokumen politik Indonesia dalam menentang kolonialisme dan imperialisme," ungkap Bram.

Buku lainya adalah Mencapai Indonesia Merdeka dan Sarinah.

Dalam buku Sarinah inilah, Bram mengaku merasa diajari oleh Bung Karno untuk mencintai dan peduli rakyat kecil. Diketahui, Sarinah adalah nama wanita desa yang menjadi pengasuh Bung Karno saat kecil.

"Menurut saya buku Sarinah ini masih relevan sampai sekarang. Dari buku ini saya mendapat banyak pelajaran untuk mencintai orang kecil," pungkas Anggota Komisi IV DPRD NTB itu. (mar/r2)

Editor : Redaksi
#Tokoh Idola #Literasi Politik #DPRD NTB #bung karno #abdul rahim