LombokPost – Komisi IV DPRD NTB melakukan sidak ke proyek long segment jalan provinsi Lunyuk-Lenangguar, Kamis (16/4).
Wakil rakyat melihat langsung progres pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Sumbawa itu. Hasilnya, proyek senilai Rp 19 miliar itu belum tuntas sampai sekarang.
"Kami minta supaya ini dituntaskan. Karena jalan ini jadi akses utama masyarakat. Termasuk untuk mengangkut hasil pertanian," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB Sudirsah Sujanto yang memimpin sidak.
Baca Juga: Jalan Lunyuk-Lenangguar Tak Kunjung Rampung
Sidak juga diikuti anggota Komisi IV yang lain. Khususnya dari Daerah Pemilihan (Dapil) V yang meliputi Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Yaitu Iwan Panjidinata, Syamsul Fikri dan Fakhruddin, serta Ahmad Dahlan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Balai Jalan dan Jembatan Wilayah Pulau Sumbawa juga ikut menyertai.
Diketahui, proyek Lunyuk-Lenangguar dikerjakan kontraktor bernama PT Amar Jaya Pratama Group (AJPG). Proyek tahun anggaran 2025 itu mengalami keterlambatan konstruksi dengan progres terakhir mencapai 60 sampai 65 persen.
Baca Juga: Pemprov NTB Kebut Proyek Jalan Lenangguar–Lunyuk Sumbawa
"Kalau ini mangkrak akan sangat merugikan masyatakat. Makanya kami setuju terus dikerjakan melalui adendum (penambahan masa kerja, Red)," ujar Sudirsah.
Nah, kontraktor sudah tiga kali diberi adendum sejak Januari 2026 lalu. Adendum pertama, mulai 1 Januari hingga 19 Februari. Lalu dilanjut adendum kedua mulai Februari dan berakhir 10 April lalu. Saat ini sedang memasuki perpanjangan tahap ketiga. Batasnya sampai 20 Mei nanti. "Kami tegas meminta agar 20 Mei harus selesai," imbuhnya.
Selama adendum Pemprov melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB tidak mengeluarkan tambahan anggaran. Pekerjaan tetap memakai anggaran awal Rp 19 miliar.
Baca Juga: Bupati Sumbawa Desak Gubernur NTB Percepat Perbaikan Jalan Lenangguar–Lunyuk
Sebab dana masih tersisa Rp 6 miliar dari pekerjaan 2025. Rekanan yang mengerjakan pun masih kontraktor yang sama. Yaitu PT AJPG. "Kontraktornya sama. Tapi pelaksana di lapangan yang berbeda. Semoga ini lebih baik," ujarnya.
Sejak awal, sambung dia, DPRD tidak setuju proyek diputus kontrak. Sebab akan berdampak pada kelangsungan pekerjaan. Jalan long segment Lunyuk-Lenangguar akan mangkrak dan terbengkalai. Dewan pun optimistis pekerjaan bisa segera tuntas sehingga dapat memperlancar arus lalu lintas di kawasan itu. "Saya kira ini langkah konkret pemerintahan Iqbal-Dinda dalam memperbaiki infrastruktur di Pulau Sumbawa. Dan ini bukti keberpihakan pemerintah," pungkas politisi Gerindra itu.
Anggota Komisi IV Iwan Panjidinata mengatakan progres pekerjaan saat ini sudah mencapai sekitar 80 persen. Saat ini pekerjaan utama yang sangat dibutuhkan adalah pengaspalan jalan di sepanjang jalur itu. "Pengaspalan belum sama sekali. Saya kira ini harus segera karena saat musim panas jalanan berdebu. Tapi kalau hujan jalan sangat becek dan licin," papar Iwan.
Pengaspalan juga sangat penting dilakukan karena banyak bagian jalan yang bolong dan rusak. Apalagi banyak bekas cutting (pemotongan) badan jalan dari bekas proyek tersebut.
"Segera selesaikan jalan-jalan berlubang bekas cutting ini. Ini sangat membahayakan masyarakat dan kecelakaan sering terjadi. Khususnya pada malam hari," tegas Iwan.
Selain aspal, DPRD juga meminta pengamanan tebing harus segera diselesaikan. Yaitu berupa beton dengan ketinggian 3 meter. Ini agar tebing di daerah tidak mudah longsor.
"Saya kira ini bisa segera dikebut agar akses jalan segera berfungsi normal," imbuh Iwan. (mar/r2)
Editor : Redaksi