Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

DPRD Dorong Pemerataan Destinasi Wisata, Hanya Bertumpu di Gili Tramena dan Mandalika

Umar Wirahadi • Minggu, 26 April 2026 | 21:51 WIB
DESTINASI INTERNASIONAL: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi tumpuan pariwisata NTB bersama Gili Tramena. DPRD mendorong pemerataan destinasi untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas. (UMAR/LOMBOK POST )
DESTINASI INTERNASIONAL: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi tumpuan pariwisata NTB bersama Gili Tramena. DPRD mendorong pemerataan destinasi untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas. (UMAR/LOMBOK POST )

LombokPost – Komisi II DPRD NTB menyoroti kinerja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB yang dinilai belum mampu mendongkrak performa pariwisata daerah. Sebetulnya, tingkat kunjungan menunjukkan tren positif.

 "Tapi angka kunjungan yang tinggi ini tidak identik dengan pertumbuhan kualitas pariwisata kita," kata Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB yang membidangi ekonomi dan pariwisata Megawati Lestari, Jumat (24/4).

Menurutnya, geliat pariwisata NTB masih bergerak landai. Itu terlihat dari rata-rata lama tinggal wisatawan yang hanya pada kisaran 1,5 hingga 1,8 hari. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak ekonomi sektor pariwisata belum maksimal. Sebab pendeknya lama tinggal wisatawan berdampak pada rendahnya belanja para pelancong. Baik wisatawan dalam negeri dan lebih-lebih wisatawan asing.

Baca Juga: Perjalanan Rifai Membangun Pariwisata Lendang Nangka Utara

"Ini juga menyebabkan nilai tambah ekonomi lokal pun menjadi terbatas," ujarnya.

Selain itu, pertumbuhan destinasi wisata juga belum merata. Aktivitas pariwisata hanya terbatas pada dua destinasi utama. Yaitu kawasan Gili Tramena yang meliputi Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Sementara wilayah lain dinilai belum maksimal. Termasuk Senggigi yang juga menjadi primadona pariwisata NTB.

 "Ini menjadi PR besar bagi OPD terkait (Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Red). Kita ingin kunjungan ke destinasi lebih merata agar masyarakat pelaku wisata merasakan dampak ekonomi yang lebih luas," papar politisi Partai Golkar itu.

Baca Juga: Dipuji Wamenkes! RS Mandalika Melaju Pesat, Siap Jadi Role Model Rumah Sakit Pariwisata di Indonesia

Ketua Komisi II DPRD NTB Lalu Pelita Putra menyampaikan NTB khususnya Lombok masih dipandang menjadi destinasi lanjutan dari Bali. Bukan sebagai tujuan utama wisatawan.

Kondisi ini dipengaruhi oleh lemahnya konektivitas antarwilayah. Khususnya konektivitas Lombok-Sumbawa-Bima. Akibatnya kunjungan wisatawan hanya dirasakan di Pulau Lombok. Padahal banyak destinasi alternatif di Pulau Sumbawa yang dieksplor secara maksimal oleh wisatawan. Ini karena kendala konektivitas transportasi yang belum memadai.

 "Padahal visi Pak Gubernur (Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Red) ingin menjadikan NTB memiliki pariwisata berkelas dunia. Maka  konektivitas antardestinasi ini harus diseriusi," tegas Pelita.

Baca Juga: Jepang Antusias Jajaki Kerja Sama dengan NTB: NTB Tawarkan Pariwisata, Energi, dan Tenaga Kerja

Memperkuat konektivitas antardestinasi wisata adalah fondasi menuju pariwisata berkelas dunia. Pihaknya mendukung penuh terobosan berupa pengembangan transportasi seaplane (pesawat amfibi) untuk menghubungkan Bali, Lombok, Sumbawa hingga Labuan Bajo.

Langkah ini menjadi bagian dari kerja sama regional antara Bali, NTB, dan NTT yang sebelumnya telah disepakati melalui MoU di Labuan Bajo.

Selain pariwisata yang terintegrasi, dewan juga mendorong pemerataan event di berbagai destinasi.

"NTB tidak hanya membutuhkan pariwisata yang ramai secara angka.  Tapi pariwisata yang memiliki arah yang jelas, nilai tambah ekonomi dan berdampak terhadap masyarakat. Dan yang terpenting adalah keberlanjutan," pungkas politisi PKB itu. (mar/r2)

Editor : Redaksi
#wisatawan #Gili Trawangan #Mandalika #NTB #Pariwisata