LombokPost – Partai Demokrat terbuka bagi tokoh baru yang ingin berkontribusi membesarkan partai di NTB. Itu ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron dalam kunjungannya ke Sembalun, Lombok Timur (Lotim), Selasa (5/5).
"Kalau ada tokoh hebat ingin bergabung, kami buka pintu selebar-lebarnya. Para kader lama jangan merasa terancam," kata Herman Khaeron di hadapan para kader Demokrat.
Kegiatan itu dihadiri sejumlah tokoh partai. Di antara anggota DPR RI Dapil NTB 2 Nanang Samodra, Plt Ketua DPD Demokrat NTB Made Rai Edi Astawa, Deputi Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) Wilayah Bali Nusra Samsul Bahara, Sekretaris DPD Andi Mardan, serta jajaran pengurus DPC dan anggota DPRD fraksi Demokrat se-NTB.
Baca Juga: Demokrat Disarankan Lirik Figur Dengan Mesin Politik Strategis
Disampaikan, Demokrat adalah partai terbuka kepada siapa saja yang memiliki visi dan perjuangan yang sama. Demokrat merangkul keragaman identitas dan bersikap inklusif terhadap berbagai kalangan masyarakat.
Hal ini bertujuan menyatukan berbagai aspirasi demi keadilan dan kesejahteraan rakyat. "Sehingga kita komitmen untuk membangun kekuatan dari akar rumput," ujar Herman.
Nah, menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Demokrat NTB, pihaknya membuka pintu lebar kepada tokoh baru yang hendak bergabung. Atau bahkan memimpin partai berlambang bintang mercy itu.
Baca Juga: Empat Figur Ini Masuk Bursa Ketua Demokrat NTB, Siapa Saja?
Herman pun meminta para kader lama untuk tidak protektif dan bersikap eksklusif. Karena ini menghambat pertumbuhan partai, khususnya di Bumi Gora. "Kehadiran tokoh-tokoh kuat ini justru harus menjadi motivasi kader untuk meningkatkan kualitas diri," imbuhnya.
Herman juga mengajak para kader untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Tanpa menunggu momentum pemilu.
"Perjuangan politik tidak bisa instan dan tidak bisa menunggu momentum pemilu saja. Mulai sekarang kita harus hadir di tengah masyarakat. Dengan begitu kepercayaan publik akan terbentuk," tegas anggota DPR RI itu.
Baca Juga: Jelang Musda, Calon Ketua DPD Demokrat NTB Mulai Gerilya Cari Dukungan
Ia mencontohkan semangat Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang masih aktif turun ke masyarakat. "Beliau masih turun langsung, menyapa masyarakat di berbagai tempat. Itu dilakukan agar Partai Demokrat tetap dipercaya rakyat," tambah Herman.
Ia mengungkapkan salah satu perjuangan besar partai agar Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kelak bisa menjadi Presiden atau Wakil Presiden RI.
"Kita sebagai kader harus bekerja keras. Kalau sudah takdir, jalan pasti akan terbuka," pungkasnya.
Baca Juga: AHY Instruksikan Kantor Demokrat di NTB Jadi Rumah Aspirasi Rakyat
Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat NTB Letkol Inf (purn) Si Made Rai Edi Astawa mengatakan jadwal pelaksanaan Musda DPD Demokrat NTB belum keluar sampai sekarang. Pihaknya pun belum bisa menyampaikan jadwal pasti pelaksanaan musda.
Sesuai mekanisme, DPP akan menjadwalkan Musyawarah Daerah (Musda) ke-V di berbagai wilayah sebagai bagian dari konsolidasi partai. Termasuk musda di NTB. "Pada saatnya nanti DPP akan menjadwalkan pelaksanaan musda," jelasnya.
Terkait calon ketua DPD dari kalangan internal, ia mengaku sudah mendengar beberapa figur. Saat ini ada empat nama kandidat yang beredar. Di antaranya Ketua DPC Lombok Timur (Lotim) Amrul Jihadi yang mengklaim sudah mengantongi dukungan tujuh DPC dari 10 DPC se-NTB. Tiga figur lainnya adalah Wali Kota Bima A Rahman alias Aji Man, serta dua anggota DPRD NTB Raden Rahadian Soedjono dan Syamsul Fikri.
Baca Juga: Musda Demokrat NTB 2026, Amrul Jihadi Diklaim Kunci Dukungan 7 DPC
"Adanya bakal calon sah-sah saja. Asalkan dilakukan secara demokratis dan tidak melanggar AD/ART partai, silakan saja," ujar Made Rai.
Pihaknya tidak akan melarang atau membatasi konsolidasi para pihak yang berniat maju memperebutkan kursi ketua DPD Demokrat NTB.
Disampaikan, Ketua Umum Partai Demokrat AHY sudah menyampaikan sejumlah kriteria calon ketua DPD. Di antaranya harus mendapatkan dukungan minimal 20 persen dari pemilik suara. Syarat mengantongi minimal 20 persen dukungan pemilik suara sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam AD/ART Partai Demokrat.
Baca Juga: AHY Minta Kader Demokrat di DPR-DPRD, Jaga Tutur Kata, Jangan Sakiti Hati Masyarakat
"Para kader juga harus berkomitmen menjaga kode etik partai, serta peraturan organisasi partai dalam berkompetisi," paparnya.
Di sisi lain, sosok ketua DPD Demokrat yang baru nanti harus mampu membentuk struktur partai sampai tingkat anak ranting. Pembentukan pengurus sampai ke tingkat dusun ini dinilai sangat penting, karena berurusan langsung dengan masyarakat di akar rumput.
"Pengurus anak ranting ini sangat strategis. Karena mereka ini bersentuhan langsung ke kebutuhan masyarakat," pungkas Made Rai. (mar/r2)
Editor : Prihadi Zoldic