LombokPost - Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Mataram menyoroti masih belum optimalnya realisasi belanja daerah dalam pelaksanaan APBD Kota Mataram Tahun Anggaran 2025. Rendahnya serapan anggaran dinilai menjadi salah satu penyebab membengkaknya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) hingga mencapai Rp249,72 miliar.
Juru Bicara Fraksi Partai NasDem Abdullah mengatakan, realisasi belanja daerah memang mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, tingkat penyerapannya masih menyisakan ruang yang cukup besar untuk dievaluasi.
"Belanja daerah terealisasi sebesar Rp1,89 triliun. Penyerapan anggaran belanja daerah tersebut masih belum maksimal," kata Abdullah saat menyampaikan pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna DPRD Kota Mataram, Senin (29/6/2026).
Berdasarkan data yang disampaikan fraksi, realisasi belanja daerah meningkat sekitar Rp126,26 miliar atau 7,12 persen dibandingkan Tahun Anggaran 2024. Meski demikian, masih terdapat sekitar Rp180 miliar anggaran yang belum terserap hingga akhir tahun.
NasDem menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius. Sebab, setiap anggaran yang telah direncanakan semestinya dapat diwujudkan menjadi program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
"Untuk ke depannya sisa anggaran tersebut perlu dibahas kembali untuk perencanaan anggaran yang lebih produktif dan optimal," ujarnya.
Fraksi NasDem juga mengaitkan belum maksimalnya penyerapan belanja dengan besarnya SiLPA Pemerintah Kota Mataram pada akhir Tahun Anggaran 2025. Nilainya mencapai Rp249,72 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan SiLPA tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp166,44 miliar.
Menurut NasDem, SiLPA dalam jumlah besar perlu dievaluasi agar tidak menjadi indikator tertundanya pelaksanaan berbagai program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah daerah.
"Kami menganggap besaran SiLPA tersebut cukup besar atau lebih besar dari tahun anggaran 2024," tegas Abdullah.
Baca Juga: NasDem Apresiasi Kinerja Pendapatan Pemkot Mataram, PAD Melonjak Hampir 28 Persen
Karena itu, Fraksi NasDem meminta pemerintah daerah memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan SiLPA. Dana yang tersisa tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk mendukung program prioritas yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
NasDem berpandangan, kualitas pelaksanaan APBD tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan yang berhasil dihimpun. Pemerintah juga harus memastikan anggaran yang telah dialokasikan benar-benar terserap secara optimal dan menghasilkan manfaat nyata.
Fraksi tersebut berharap proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan program dapat terus diperbaiki agar serapan anggaran pada tahun berikutnya semakin tinggi. Dengan begitu, peluang munculnya SiLPA dalam jumlah besar dapat ditekan.
"Atas besaran SiLPA tersebut kami akan memberikan perhatian dalam hal pengelolaannya, yang nantinya dapat dipergunakan dengan lebih produktif dan optimal untuk masyarakat Kota Mataram," tutupnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin