LombokPost – Komisi II DPR RI sedang mengkaji opsi penambahan jumlah kursi di Senayan dari saat ini berjumlah 580 kursi. Aspirasi ini berkembang seiring dengan rencana pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
"Memang ada wacana penambahan kursi DPR R1. Nah, apakah dapil NTB nanti akan dapat bagian dari penambahan ini, kita tunggu saja," kata Anggota Komisi II DPR RI Fauzan Khalid, Senin (29/6).
Disampaikan, banyak hal yang memengaruhi penambahan jumlah kursi. Salah satunya karena penambahan jumlah penduduk.
Baca Juga: Segera Bahas RUU Pemilu, Komisi II DPR RI Akan Road Show ke Parpol Non Parlemen
Dalam Pemilu 2024, jumlah kursi Dapil NTB sebanyak 11 kursi. Terdiri dari 3 kursi Dapil NTB 1 (Pulau Sumbawa) dan 8 kursi Dapil NTB 2 (Pulau Lombok). Nah, jika kajian penataan dapil terealisasi, bisa jadi Dapil NTB bertambah menjadi 12-13 kursi DPR RI.
"Tapi masalah dapil ini nanti diatur dalam revisi UU Pemilu. Dapil Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa ini bisa jadi ada perubahan jumlah kursi," jelas Fauzan.
Sementara itu, jumlah pemilih aktif Provinsi NTB terus bertambah. Berdasarkan hasil rekapitulasi gabungan seluruh KPU kabupaten/kota se-NTB pada awal 2026, jumlah pemilih aktif triwulan pertama mencapai 4.160.249 orang.
Baca Juga: DPR RI Segera Bahas Revisi UU Pemilu: Antisipasi Gugatan ke MK, Libatkan Partisipasi Publik
Jumlah itu terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 2.041.306 orang, serta pemilih perempuan 2.118.943 jiwa. "Ini berdasarkan hasil coktas (pencocokan terbatas, Red) oleh KPU kabupaten/kota di NTB hingga triwulan pertama 2026," jelas Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU NTB Bukhari.
Disampaikan, jumlah pemilih itu tersebar di 10 kabupaten/kota, 117 kecamatan, dan 1.166 desa/kelurahan. Kabupaten Lombok Timur masih menjadi daerah dengan jumlah pemilih terbanyak yang mencapai 1.038.766. Disusul Kabupaten Lombok Tengah
821.007 jiwa, dan Lombok Barat di urutan kedua dengan 549.172 pemilih. Adapun dua daerah dengan pemilih terendah adalah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) 112.780 orang dan Kota Bima 118.800 pemilih. (Selengkapnya lihat grafis). "Dari hasil coktas kami temukan ada kenaikkan pemilih aktif di semua daerah," ungkapnya.
Baca Juga: Parpol Non Parlemen di NTB Tolak Ambang Batas Parlemen
Dampaknya, jumlah pemilih Provinsi NTB juga naik cukup signifikan dibandingkan Pemilu 2024. Saat itu KPU NTB menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 3.918.291 jiwa. Dengan jumlah pemilih saat ini 4.160.249 orang, artinya dalam 1,5 tahun terakhir terjadi peningkatan pemilih aktif sebanyak 241.958 orang.
Dijelaskan, peningkatan pemilih aktif disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya karena bertambahnya pemilih pemula yang baru berusia 17 tahun pada 31 Maret 2026, atau batas akhir pemuktahiran data triwulan pertama dilakukan. Faktor lain juga karena ada data pindah masuk wilayah NTB. (mar/r2)
Editor : Prihadi Zoldic