Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Selamat Jalan Pembela Negara, Serda Mirwariyadi Gugur dalam Baku Tembak dengan KKSB Papua

Administrator • Sabtu, 9 Maret 2019 | 11:39 WIB
PENGHORMATAN TERAKHIR: Peti jenazah Serda Mirwariyadi, saat tiba di LIA disambut dengan upacara militer yang dipimpin Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani, tadi malam (8/3).
PENGHORMATAN TERAKHIR: Peti jenazah Serda Mirwariyadi, saat tiba di LIA disambut dengan upacara militer yang dipimpin Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani, tadi malam (8/3).

PRAYA-Jenazah Serda Mirwariyadi tiba di Lombok International Airport pukul 20.41 Wita, tadi malam. Anggota TNI asal NTB yang gugur dalam baku tembak dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua tersebut disambut dengan upacara militer. Hari ini rencananya akan dimakamkan di Makam Pahlawan, Kota Bima.


            Serda Mirwariyadi adalah anggota Babakduk Unit 1/2/2/14 Grup I Kopassus. Dia termasuk dalam Pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum), yang sedang melaksanakan pengamanan dalam rangka proses pergeseran pasukan TNI yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena-Mumugu di Kabupaten Nduga, Papua. Saat sedang bertugas, pasukan TNI diserang KKSB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Kamis (7/3) sekira pukul 08.00 WIT.


            Dalam kontak tembak tersebut, tiga prajurit TNI gugur. Tiga prajurit yang gugur yaitu Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin asal Palopo, Sulawesi Selatan, dan Serda Siswanto Bayu Aji asal Grobokan, Jawa Tengah. Dalam kontak senjata tersebut, tak kurang dari 10 anggota KKSB juga disebut tewas. Sementara lima senjata mereka berhasil dirampas pasukan TNI sebelum sisanya berhasil melarikan diri.


            Penyambutan jenazah dilakukan dengan upacara militer. Dipimpin langsung Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani. Peti jenazah Serda Mirwariyadi yang diselimuti bendera merah putih tiba di bandara pukul 20.52 Wita. Upacara militer diikuti pasukan dari TNI AD, AL, AU, dan Brimob. Para Dandim se Pulau Lombok dan General Manager (GM) PT Angkasa Pura I (AP) LIA Nugroho Jati juga hadir.


            Gugurnya Serda Mirwariyadi kata Danrem, menjadi duka terberat dan terdalam bagi TNI. Karena prajurit terbaik nya pulang dalam kondisi tidak bernyawa.


Serda Mirwariyadi merupakan pahlawan negara. Rela mengorbankan jiwa dan raganya, demi membela negara. Sehingga, patut dijadikan contoh, bagi seluruh pasukan dimana pun berada di Indonesia.


            Ditegaskannya, menjadi tugas dan kewajiban TNI, membela negara sampai mati. Karena keutuhan, persatuan, dan kesatuan NKRI harga mati.


“Tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tandas Rizal.


Namun, pesan Rizal, perlu kata bekerja sama dan bersatu. Kalau sudah seperti itu, maka semakin kuat. “Inilah yang kita inginkan,” ujarnya.


            Untuk itulah, dia mohon doa seluruh warga NTB khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Agar almarhum Serda Mirwariyadi diterima disisi Sang Maha Pencipta. Mendapatkan pahala dan jaminan surga dari Allah SWT.


Pantauan Lombok Post, selepas upacara militer sebagai penghormatan terakhir tersebut, dari bandara, jenazah Serda Mirwariyadi dibawa menggunakan mobil ambulans milik Rumah Sakit Umum Daerah NTB. Jenazah berangkat dari LIA menuju Kota Bima pukul 21.10 Wita, dikawal ketat pasukan Korem.


“Kita berharap, pukul 07.00 Wita, sudah tiba di rumah duka,” lanjut Rizal. Selanjutnya, jenazah akan dimakamkan di Makam Pahlawan Kota Bima. Rizal sendiri akan memimpin langsung prosesi pemakaman. Prosesnya akan dilaksanakan secara militer.


Atas perjuangannya membela negara, almarhum Serda Mirwariyadi mendapat kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Sersan Satu.


“Begitu pula gaji dan tunjangannya,” kata Danrem.


            “Selamat jalan pahlawan ku,” kata Rizal sembari mengangkat kedua tangannya, lalu memberikan penghormatan terakhir di belakang mobil ambulans yang mulai bertolak meninggalkan areal bandara. (dss/r8)

Editor : Administrator
#Praya