Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dikes Lombok Tengah Pantau 23 Jenis Penyakit Menular

Redaksi Lombok Post • Selasa, 11 Februari 2020 | 16:59 WIB
PERKEMBANGAN PENYAKIT: Petugas  Dinas Kesehatan Lombok Tengah menunjukkan perkembangan penyakit, kemarin (10/2).
PERKEMBANGAN PENYAKIT: Petugas Dinas Kesehatan Lombok Tengah menunjukkan perkembangan penyakit, kemarin (10/2).

PRAYA-Sedikitnya 23 jenis penyakit yang berpotensi mewabah terus dipantau. ”Kita memiliki sistem kewaspadaan dini dan respons (SKDR),” kata Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah H Hasyim pada Lombok Post, kemarin (10/2).


      Salah satu yang paling diantisipasi saat ini adala virus korona yang tengah menjadi perhatian dunia. Dikes Loteng juga bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Mataram Wilayah Koordinator Lombok International Airport (LIA) untuk memantaunya. ”Begitu pula jenis penyakit lain,” cetus Hasyim.


      Seperti malaria, diare, pnemonia, suspek demam tifoid, chikungunya, flu burung, DBD, campak, hingga rabies. ”Jadi wisatawan jangan khawatir datang ke Lotang. Karena daerah kami aman dari sisi kesehatan,” serunya.


      Dia menekankan, SKDR menjadi solusi untuk menciptakan Loteng sehat dan Loteng bersih, sebagaimana gerakan daerah. Kebijakan itu sudah dilaksanakan sejak 2015 lalu. Secara berkala pihaknya melaporkan perkembangan ke provinsi, pusat, dan world health organizatioan (WHO) atau organisasi kesehatan dunia.


Mulai dari jumlah penderita, bahkan hingga nama dan lokasi, termasuk cara penanganan hingga pengawasannya. Itu diperoleh dari seluruh puskesmas, pustu, dan polindes. Sehingga penyakit yang ada dapat dengan cepat ditangani. ”Kemudian tidak berstatus kejadian luar biasa (KLB),” ujar Hasyim.


Terpisah, Kepala Dikes Loteng H Omdah mengatakan SKDR adalah acuan tenaga medis bergerak cepat. Itu kalau layanan kesehatan ditingkat desa/kelurahan, atau kecamatan tidak mampu. Dikes juga masuk dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) Loteng.


”Jika kita resapi, pahami, dan jalankan perintah bapak bupati, potensi penyakit menular itu pasti bisa ditekan,” pungkas Omdah. (dss/r9)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Praya