Dijelaskan, pekan vaksinasi ini sebagai jawaban mempercepat penanganan pandemi Covid-19. Sehingga warga kembali beraktivitas seperti biasa. Namun penerapan protokol kesehatan tetap jalan.
“Kita bersyukur status Covid-19 di daerah kita ini berubah. Semula zona oranye, sekarang menjadi zona kuning,” papar Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya tersebut.
Dikatakan, kalau berdasarkan kecamatan atau desa/kelurahan, ada yang zona hijau atau aman dari Covid-19. Tidak ada yang zona merah. Pemkab memprediksikan beberapa minggu atau bulan ke depan seluruh destinasi wisata hingga lembaga pendidikan kembali dibuka.
“Tidak perlu adanya penyekatan, atau pembatasan jumlah pengunjung, apalagi sampai ditutup,” tegasnya.
Begitu pula aktivitas warga di pasar-pasar, tempat umum hingga rumah-rumah ibadah. “Untuk stok vaksin kita pastikan menyesuaikan dengan jumlah warga yang akan divaksi,” tandas Langkir.
Sementara itu, Bupati Loteng HL Pathul Bahri mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan mengumpulkan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup pemkab, pemerintah kecamatan, pemerintah desa/kelurahan, para pejabat forkopimda hingga seluruh kepala puskesmas. Tujuannya, untuk menyamakan persepsi dan langkah mensukseskan pekan vaksinasi.
“Intinya, tidak boleh ada satu warga Loteng yang tidak divaksin, kecuali, memiliki penyakit penyerta atau tidak memenuhi syarat vaksinasi,” ujar Pathul.
Lebih lanjut, pihaknya menambahkan sebagai tuan rumah World Superbike dan MotoGP di sirkuit Mandalika, pemkab dan warga harus memastikan daerahnya aman dari Covid-19. Sehingga wisatawan tidak khawatir dan takut datang. (dss/r5) Editor : Administrator