Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sampah di Desa Kuta Bisa Jadi Emas, Lima BUMN Bangun Bank Sampah

Rury Anjas Andita • Jumat, 18 Februari 2022 | 08:07 WIB
SIAP BEROPERASI: Jajaran petinggi PT Pegadaian dan unsur pemerintah Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Loteng saat foto bersama di bangunan bank sampah di kantor desa, Kamis (17/2). (Dedi/Lombok Post)
SIAP BEROPERASI: Jajaran petinggi PT Pegadaian dan unsur pemerintah Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Loteng saat foto bersama di bangunan bank sampah di kantor desa, Kamis (17/2). (Dedi/Lombok Post)
PRAYA-Warga Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah kini punya bank sampah. Setiap sampah yang dibawa dihitung dalam bentuk tabungan emas. Bahkan lewat tabungan itu, warga bisa mendaftar haji.

“Itu kami yang menyiapkan. Namanya Bank Sampah Putri Nyale,” kata Pimpinan Wilayah 7 Denpasar PT Pegadaian Hakim Setiawan di Kantor Desa Kuta pada Lombok Post, Kamis (17/2).

Jadi, warga cukup membawa sampah ke bank sampah yang berdiri di kantor desa. Kemudian ditimbang dan dihitung. Sampah-sampah yang dimaksud non organik.

Dikatakan, di kantor desa tersebut sudah berdiri bangunan bank sampah. Bangunan itu disertai dengan personel dan perlengkapan yang ada.

“Itu atas kolaborasi dan kerja sama lima badan usaha milik negara (BUMN),” ujar Hakim didampingi Kepala Divisi CSR PT Pegadaian kantor pusat Rully Yusuf.

Kelima BUMN tersebut yakni PT Pegadaian, Garuda Indonesia, Indonesia Re, Danareksa, dan AirNav Indonesia. “Semoga apa yang kami perbuat ini bermanfaat bagi warga Desa Kuta,” harap Hakim.

Tidak saja menyangkut peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lewat sampah. Melainkan, peningkatan terhadap kepedulian lingkungan. Sehingga Desa Kuta menjadi bersih, indah dan rapi.

Terlebih Desa Kuta menjadi desa inti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.  Kalau sudah seperti itu, maka siapa pun yang datang ke KEK Mandalika. Terutama yang menyaksikan balapan MotoGP di sirkuit Mandalika akan merasa nyaman, terkesan dan meninggalkan kenangan.

Alhasil, mereka kembali datang lagi dengan berlibur bersama keluarga dan rekan-rekannya. “Untuk itu, dari sekarang mari warga Desa Kuta memilih dan memilah sampah,” seru Hakim.

Untuk harga sudah ditentukan. Atau sesuai jenis sampah yang dibawa. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Desa Kuta #bank sampah #BUMN #PT Pegaidaian