Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jawab Keluhan Petani, Dispertan Loteng Siapkan Racun Tikus Gratis

Rury Anjas Andita • Selasa, 8 Maret 2022 | 14:30 WIB
DAPAT BANTUAN: Seorang buruh sedang menjemur tembakau, beberapa waktu lalu. (Ivan/Lombok Post)
DAPAT BANTUAN: Seorang buruh sedang menjemur tembakau, beberapa waktu lalu. (Ivan/Lombok Post)
PRAYA-Para penyuluh pertanian lapangan (PPL) di Lombok Tengah diminta segera turun membantu petani menghadapi hama tikus. Termasuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian (Dispertan) di 12 kecamatan.

“Mohon ini diperhatikan dan dilaksanakan,” seru Sekretaris Dispertan Loteng Taufikurrahman pada Lombok Post, Senin (7/3).

Karena dari laporan yang ada, hama tikus tidak saja menyerang Desa Muncan, Kecamatan Kopang. Melainkan, beberapa desa di beberapa kecamatan lain.

“Informasi sementara, terbanyak ada di Kecamatan Praya Timur,” tandas Taufik.

Dikatakannya, saat ini dispertan sedang menunggu laporan dari UPT Praya Timur. Untuk mengetahui berapa luas lahan yang terdampak dari hama tikus.

Begitu pula UPT-UPT di 11 kecamatan yang lain. Apakah ada hama tikus atau tidak, berapa, di mana dan milik siapa. “Di setiap UPT juga, kami siapkan racun tikus. Silakan diambil dan itu gratis,” pesan Taufik.

Jika tidak sempat ke kantor UPT Dispertan Loteng, maka para petani bisa melalui PPL. Dia menekankan, intinya dispertan tidak tinggal diam menghadapi hama tikus. Termasuk, serangan hama penyakit pertanian yang lainnya.

Ditegaskan, segala kekuatan yang ada dipastikan dikerahkan. Karena jangan sampai petani rugi. “Perlu saya sampaikan bahwa, tikus ini tidak bisa kita berantas atau basmi. Kecuali sebatas mengendalikan saja,” papar mantan pejabat Bappeda Loteng tersebut.

Untuk itu, pengendalian harus dilakukan secara bersama-sama atau bersifat gotong royong. Tidak bisa dijalankan oleh satu atau dua orang petani saja. Karena hama yang satu itu bisa menyebar ke mana-mana. Satu atau dua titik lahan yang dikendalikan, maka lahan-lahan berikutnya menjadi ancaman.

Agar pengendaliannya lebih cepat dan mudah, pihaknya kini tengah memikirkan teknik baru. Yakni menyemprotkan asap di lubang-lubang tikus. Hanya saja, dispertan masih terkendala alat.

“Yang perlu diperhatikan juga yaitu, soal harga gabah,” kata Anggota DPRD Loteng HL Kelan, terpisah.

Dia menilai, setiap musim panen, harga gabah pasti anjlok. Di satu sisi, tidak ada upaya pemerintah memutuskan mata rantai persoalan tersebut. Sehingga kasihan para petani. Pengeluaran tidak sebanding dengan pemasukan. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Dispertan Loteng #Lombok Tengah #hama tikus