"Baik dari sisi regulasi maupun anggaran,” tandas Wakil Ketua DPRD Loteng Lalu Rumiawan, Selasa (8/3).
Hanya saja, pihaknya berpesan sebelum menggunakan anggaran daerah, pemkab harus berusaha menggandeng investor. Dengan begitu, pembangunannya berjalan cepat dan lancar.
Bagi Rumiawan, rencana pemkab itu luar biasa. Itu sebagai jawaban pemerataan pembangunan di Gumi Tatas Tuhu Trasna. Sehingga, pembangunan investasi tidak saja tertuju di wilayah selatan saja.
“Informasi yang saya terima akan dibangun di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara,” paparnya.
Menurutnya, sebaiknya jangan di Desa Lantan. Tapi di Desa Aik Bukak. Alasannya, karena di desa di bawah kaki Gunung Rinjani tersebut, kaya dengan potensi alamnya. Kemudian banyak aset pemkab di tempat itu. Baik lahan maupun bangunan. Sehingga tidak banyak anggaran untuk pembebasan lahan dan bangunan.
“Soal gubernur juga berencana membangun di Sumbawa. Itu tidak masalah,” tandas Rumiawan.
Intinya, Loteng harus memiliki lokasi khusus bagi para pecinta motocross menyalurkan hobi. Atau lokasi lomba-lomba motocross. Baik skala provinsi, nasional dan internasional.
Apalagi, sebelumnya Loteng pernah menjadi tuan rumah final kejurnas motocross seri I regional III Indonesia di Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat. Kemudian kejurnas motocross and grasstrack circuit regional III Indonesia di lahan bandara Lombok.
Sementara itu, Bupati Loteng HL Pathul Bahri dalam berbagai kesempatan mengatakan, dari sisi geografis Loteng cukup strategis untuk memiliki sirkuit motocross. Jika berdiri, maka lengkap sudah yang dimiliki Loteng. Ada sirkuit Mandalika dan ada pula sirkuit motocross.
“Ini yang akan kita kembangkan di wilayah utara. Mohon doa dan dukungan,” pungkas mantan Wakil Bupati Loteng di era Bupati HM Suhaili FT tersebut. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita