“Alat dan tenaga medis sudah ada, dan lengkap. Dulu, kalau ada pasien panyakit jantung, kami cepat-cepat merujuknya ke Mataram,” kata Kabid Pelayanan RSUD Praya dr Basirun MMRS, Jumat (24/6).
Kata Basirun, RSUD Praya sudah memiliki dokter spesialis jantung. Mulai Jumat (24/6) dokter spesialis jantung sudah membuka praktik atau mulai bekerja di RSUD Praya.
“Apa yang kita lakukan ini, bagian dari ikhtiar kita untuk terus meningkatkan pelayanan,” paparnya.
Terhadap kekurangan yang lain, pihaknya memastikan tetap dan terus beriktiar melengkapi. Baik dokter-dokter spesialis, obat-obatan, alat kesehatan hingga sarana dan prasarana pendukung.
“Dalam dunia medis, serangan jantung itu kata lainnya yakni infrak miokard (MI),” terang Dokter Spesialis Jantung RSUD Praya dr Lalu Muhammad Satrial, terpisah.
Dijelaskan, MI terjadi akibat sumbatan total pembuluh darah koroner jantung yang mengakibatkan otot jantung mengalami kekurangan suplai darah atau oksigen. Kondisi seperti itu sangat mengancam jiwa.
“Detak jantung terhenti dan bisa mengakibatkan kematian secara mendadak,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, kata Satrial, biasanya dilakukan tindakan fibrinolisis atau pemberian obat sedini mungkin atau kurang lebih 12 jam sejak munculnya gejala. Jika tidak, maka berakibat fatal.
Untuk itu, pihaknya berpesan warga agar mencintai jantungnya masing-masing. Dengan cara, menjaga pola makan, pola istirahat dan berolahraga secukupnya.
“Jika terjadi serangan, dipersilakan cepat-cepat dibawa ke rumah sakit. Tidak boleh ditunda-tunda,” tegasnya. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita