Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Anggaran Pembangunan Jembatan Minim, Pemkab Loteng Ajak ASN Gotong Royong

Rury Anjas Andita • Senin, 18 Juli 2022 | 15:30 WIB
BERSIH SUNGAI: Gubernur NTB H Zulkieflimansyah (kiri) menyusuri sungai saat aksi bersih-bersih di Sumbawa, kemarin (13/1).
BERSIH SUNGAI: Gubernur NTB H Zulkieflimansyah (kiri) menyusuri sungai saat aksi bersih-bersih di Sumbawa, kemarin (13/1).
PRAYA-Seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Lombok Tengah turun gunung. Mereka bergotong royong membangun jembatan di Dusun Pemoles Desa Batujangkih, Kecamatan Praya Barat Daya. Langkah itu diambil untuk menekan ongkos tukang lantaran keterbatasan anggaran.

“Yang dibutuhkan sebesar Rp 1,2 miliar. Sementara dana yang ada sekarang baru Rp 300 juta,” keluh Bupati Loteng HL Pathul Bahri, Sabtu (16/7).

Anggaran sebesar itu, kata Pathul sebagaimana tertuang dalam belanja daerah. Di satu sisi, pemkab tidak bisa berbuat banyak untuk menambah. Kecuali, melalui mekanisme APBD Perubahan.

Namun untuk menuju APBD-P masih membutuhkan waktu beberapa bulan ke depan. Sehingga daripada menunggu terlalu lama, maka pemkab berupaya mengirit biaya. “Itu lewat gotong royong,” tandas Pathul.

Aksi itu, tidak saja dijalankan seluruh ASN lingkup pemkab, pemerintah kecamatan maupun pemerintah kelurahan. Melainkan, dibantu pasukan Kodim 1620/Loteng dan Polres Loteng. Termasuk warga sekitar.

Kendati demikian, pembangunannya tetap memperhatikan kualitas. Sehingga bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat sebagaimana tertuang dalam masterplan yang ada.

Jembatan penghubung antara Desa Batujangkih dan Desa Montong Sapah itu sendiri sudah beberapa kali ambruk akibat, dihantam air bah. Gubernur NTB Zulkieflimansyah pernah berkunjung langsung ke lokasi jembatan tersebut.

“Hanya saja, sampai sekarang tidak ada bantuan sedikit pun dari Pemerintah Provinsi NTB,” sindir Kepala Dinas PUPR Loteng Lalu Rahardian, terpisah.

Padahal, kata Rahardian, pemkab sangat membutuhkannya. Di satu sisi, provinsi pernah berjanji. Itu mengingat anggaran yang digunakan sekarang merupakan, pos anggaran tanggap bencana. Bukan dana khusus untuk kebutuhan pembangunan sarana dan prasarana, atau infrastruktur masyarakat.

“Anggaran sebesar Rp 300 juta itu hanya cukup untuk membeli bahan-bahan material saja,” papar mantan Kepala Dinas Perkim Loteng tersebut.

Sedangkan untuk konstruksi, pihaknya merasa bersyukur dan berterima kasih karena dibantu pihak ketiga. Untuk ongkos tukang bisa diminimalisasi lewat gotong royong. Aksi itu sendiri menurut rencana akan dilaksanakan secara simultan. Sehingga Agustus mendatang jembatan sudah rampung. “Sekali lagi, dari provinsi benar-benar kosong,” sindirnya lagi. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#praya barat daya #Loteng #Dusun Pemoles #jembatan #Desa Batujangkih