“Seperti yang terjadi di Desa Pengembur,” ujar Camat Pujut Lalu Sungkul pada Lombok Post, Selasa (2/8).
Di tempat itu, kata Sungkul, ada pro dan kontra menyangkut pengangkatan salah satu kepala dusun (kadus). Bagi Sungkul, persoalan itu tidak perlu diperpanjang. Mengingat pergantian kadus bukan atas dasar pemecatan sepihak oleh pemerintah desa. Melainkan, murni purna kerja. Sehingga siapapun pemimpin ditingkat dusun diterima saja.
Apalagi, prosesnya sudah sesuai prosedur. “Kecuali, Desa Tanak Awu saya pertanyakan,” sindirnya.
Karena, pergantian dan pengangkatan kadus tidak melewati rekomendasi pemerintah kecamatan. “Walau demikian, prinsip saya adalah, desa-desa di Kecamatan Pujut harus aman,” papar pria berbadan tinggi dan tegap tersebut.
Pertanyaannya sekarang, kata Sungkul, kenapa harus aman. Maka, jawabannya itu karena di wilayah Pujut berdiri destinasi berkelas dunia.
Nama Loteng, NTB bahkan Indonesia dipertaruhkan. Terutama setelah, berdirinya sirkuit Mandalika dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. “Kami terus memberikan edukasi pada warga, agar mereka mengerti dan memahami,” tambah Kepala Desa (Kades) Pengembur Mohammad Sultan, terpisah.
Dia menekankan, intinya pemerintah desa tidak berani bertindak di luar ketentuan hukum. Pemerintah desa tetap mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 43 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.
Kemudian, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. Lalu, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2014 tentang pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. “Jadi, tidak ada yang dilanggar,” ujar Sultan.
Sementara itu, Kapolsek Kawasan Mandalika AKP I Made Dimas Widyantara memastikan, keamanan KEK Mandalika dan sekitarnya. Agar berjalan, pihaknya secara rutin menggelar patroli. Bahkan, jajaran polres dan brimob turun membantu.
“Setiap laporan atau temuan yang kami dapatkan, langsung kami tindaklanjuti,” tandas Dimas.
Satu tujuannya, agar wisatawan yang datang ke objek-objek wisata di wilayah Pujut merasa aman dan nyaman, tidak terganggu sedikit pun. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita