“Baik wisatawan lokal, nusantara hingga asing. Termasuk, para investor yang ingin berinvestasi,” kata Ketua DPRD Loteng M Tauhid pada Lombok Post, Jumat (13/1).
Salah satunya, ruas jalan di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara. Di tempat itu, akan dibangun kereta gantung. Dari stasiun utama di Dusun Persil menuju puncak Gunung Rinjani. Panjangnya mencapai 17 kilometer (km).
Dipastikan, investor yang berinvestasi membutuhkan perubahan status jalan. Untuk itu, dewan berharap Pemerintah Provinsi NTB mewujudkannya.
Dewan berencana akan membicarakannya dengan pemkab. Jika diperlukan regulasi, maka dewan siap membahasnya. “Bila perlu, ruas-ruas jalan pariwisata yang lain diseluruh Loteng,” kata politisi Partai Gerindra tersebut.
Kata Tauhid Gumi Tatas Tuhu Trasna menjadi magnet pariwisata NTB, bahkan nasional dan internasional. Setelah adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan sirkuit Mandalika.
Di Loteng juga, terdapat 61 desa wisata. Tidak tutup kemungkinan akan bertambah. Bila perlu, semua desa di Loteng menjadi desa wisata. “Kami sebagai lembaga legislatif, siap mendukung dan mensukseskannya. Yang terpenting demi kesejahteraan rakyat,” kata Tauhid.
Lebih lanjut, pihaknya berharap gubernur dan wakil gubernur menyetujui. Jika itu terwujud, maka dipastikan pariwisata di Loteng semakin mendunia. Baik wilayah selatan, tengah, dan utara. “Kami berharap demikian,” kata Penjabat Kepala Desa (Kades) Kerame Jati Lalu Suharto, yang ditemui secara terpisah.
Salah satunya, akses jalan dari Desa Tanak Awu menuju Desa Pengembur, Desa Karema Jati hingga menuju Desa Tumpak. Saat ini, kondisi jalan dari Tanak Awu-Pengembur sudah mantap. Tinggal Karema Jati-Tumpak yang diperkirakan panjangnya mencapai 7 kilometer (km).
“Kalau tidak diperbaiki tahun ini oleh pemkab. Paling tidak diikhtiarkan diusulkan jadi jalan provinsi. Biar provinsi yang bangun,” harapnya. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita