----
Satu per satu wartawan/wartawati yang bertugas di Gumi Tatas Tuhu Trasna telah tiba di halaman kantor Kejari Loteng. Menghadiri undangan ramah tamah dengan agenda perkenalan Kajari Loteng yang baru Nurintan M.N.O Sirait bersama awak media.
Bersyukur siang itu tidak terlalu terik. Sebagian besar wartawan wartawati yang usai bertugas di lapangan menyempatkan diri untuk hadir. Di depan deretan kursi, dari balik meja telah hadir kajari Loteng yang baru. Senyum sapa kepada para media dilontarkannya, mengaku sangat senang undangan ramah tamah dihadiri cukup banyak wartawan Loteng.
"Terima kasih sudah hadir, dan mohon maaf baru sempat kami lakukan. Pada intinya di kegiatan ramah tamah ini saya pribadi ingin mengenal para wartawan wartawati," ucapnya disela-sela perkenalan diri.
Perempuan berdarah Batak namun besar di Jakarta ini berharap, kehadirannya bersama dan pejabat baru yang telah dilantik dapat memberikan semangat dan wajah baru. Terutama dapat bekerja lebih baik dalam menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Pertemuan juga dihiasi tanya jawab antara Nurianti dengan para wartawan, khususnya keberlanjutan sidang-sidang perkara yang terjadi di kepemimpinan sebelumnya. Ia memastikan, perkara yang sudah disidangkan terus berjalan dan berkelanjutan. Khususnya tindak pidana korupsi dan ia pun turut memonitor perkembangannya.
"Sejalan dengan itu jika memang ada pengaduan, silakan laporkan, pasti kita akan tindaklanjuti. Namun yang jelas jika proses pidana ini tidak bisa diapa-apakan lagi maka mau tidak mau berlanjut ke ranah hukum pidana," kata ibu tiga anak itu.
Nurintan turut menyinggung agenda kejari yang belum lama ini melakukan kerja sama dengan 139 kepala desa se-Loteng. Itu salah satu upaya yang signifikan untuk mencegah korupsi di pemerintahan desa di bidang hukum perdata dan tata usaha negara. Tujuan dari kesepakatan ini adalah memberikan pendidikan hukum kepada seluruh kepala desa untuk mewujudkan pemerintahan desa yang bersih dan bebas korupsi.
"Saya percaya pendidikan hukum adalah cara paling efektif untuk mencegah korupsi di semua pemerintahan desa di Loteng," kata perempuan kelahiran 1975 ini.
Menurutnya, fokus dari program ini adalah memastikan bahwa pemerintah desa memiliki pengelolaan keuangan yang bersih dan akuntabel untuk meningkatkan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat desa. Untuk menghindari korupsi di pemerintahan desa, Kejari Loteng tidak hanya berfokus pada pemerintahan desa tetapi juga pada proses pengadaan barang dan jasa.
Beberapa kepala desa mungkin tidak memiliki latar belakang hukum, oleh karena itu Kejari Loteng memberikan pendidikan hukum kepada semua kepala desa. Guna memastikan mereka tidak melanggar hukum saat mengambil keputusan terkait pemerintahan desa.
Ia juga berharap agar semua pihak proaktif untuk berkonsultasi ke Kejari Loteng agar setiap kebijakannya tidak bersentuhan dengan hukum yang berlaku.
"Artinya, Kejari dengan media saling mensupport, mulai dari sisi informasi yang disampaikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Dari sisi pendidikan kita sama-sama mengedukasi masyarakat terkait penegakan hukum dan aturan hukumnya," tandasnya. (lestari dewi/r5)
Editor : Rury Anjas Andita