Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Loteng Ridwan Ma'ruf mengatakan, melihat potensi bencana akhir-akhir ini, didominasi banjir dan angin puting beliung. Untuk potensi banjir, kebanyakan terjadi di daerah-daerah yang bukan langganan banjir. Disebabkan, masyarakat lalai untuk membersihkan saluran drainase sehingga ketika hujan turun dengan intensitas tingga dan lama membuat air hujan tidak langsung mengalir.
"Tidak perhatikan drainase karena selama ini tidak menjadi daerah yang terdampak banjir. Sampah-sampah membuat saluran tersendat," katanya pada wartawan, Senin (27/3).
Pihaknya hanya bisa mengimbau pada masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Termasuk keberadaan pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang. "Kami sudah koordinasi dengan pihak terkait, agar memangkas pohon-pohon yang berpotensi tumbang contoh disekitar Masjid Agung Praya sebelah barat, tapi sampai sekarang belum terlaksana," katanya.
Dia mendorong, agar dinas terkait segera merespons berbagai musibah yang sedang terjadi terutama pohon tumbang. “Jangan sampai menunggu korban baru turun untuk bertindak,” ujarnya.
Sebelumnya, akibat hujan deras disertai angin kencang, sebuah pohon tumbang di jalan raya Dusun Mungkik, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Minggu (26/3) sekitar pukul 15.00 Wita.
Kapolsek Praya Timur Iptu Supardi mengatakan, pohon yang tumbang menyebabkan satu unit ruko mengalami kerusakan di bagian atap. "Pohon tumbang disebabkan oleh cuaca ekstrem sehingga menyebabkan pohon tumbang ke tengah jalan menyebabkan kemacetan arus lalu lintas," katanya.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut. Namun sebuah atap spandek ruko Primkopda Bhayangkara Polres Loteng yang berada di asrama bawah Polsek Praya Timur mengalami rusak dan tembok bagian atas jebol akibat tertimpa pohon. (ewi/r5) Editor : Rury Anjas Andita