Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Praya Kesulitan Dapat Elpiji 3 Kg di Pangkalan

Administrator • Selasa, 1 Agustus 2023 | 22:52 WIB
Salah satu sub agen elpiji 3 kg memasang pengumuman kondisi gas kosong di lapak miliknya di pertokoan Pasar Renteng, Praya, Loteng. (Dewi/Lombok Post)
Salah satu sub agen elpiji 3 kg memasang pengumuman kondisi gas kosong di lapak miliknya di pertokoan Pasar Renteng, Praya, Loteng. (Dewi/Lombok Post)
PRAYA-Stok elpiji 3 kilogram (Kg) di beberapa pangkalan atau sub agen di Praya, Lombok Tengah (Loteng), kosong. Kondisi ini menyulitkan warga. Bahkan, beberapa pangkalan terpaksa memberlakukan per orang hanya mendapatkan satu tabung.

Informasinya kekosongan telah terjadi sejak sepekan terakhir. Membuat warga terpaksa berkeliling untuk mendapatkan elpiji melon agar dapat memasak di rumah.

"Dari empat hari lalu tidak ada (elpiji 3 kg), cari ke sana ke mari kebanyakan kosong. Mau tak mau saya tunggu," tutur Nurul Hidayah, salah satu warga Praya di sekitar pertokoan Pasar Renteng, Senin (31/7).

Senada, Rismawati mengaku kawasan Renteng menjadi lokasi keempatnya mencari tabung gas. Ia bingung dimana memperoleh tabung gas, sedangkan kios yang biasa menjadi langganan ikut kosong. "Akhirnya ada dapat satu tabung, mungkin karena kasihan lihat saya berkeliling," ujar warga Praya ini.

Hambali salah satu sub agen setempat membenarkan, sejak sepekan tabung gas kosong di Praya. Ia tidak tahu pasti penyebab kekosongan atau keterlambatan penyaluran tabung gas. Guna mewaspadai kekosongan berlanjut, ia pun membatasi penjualan tabung gas.

"Utamakan pelanggan dulu, ini sampai saya catat nama-namanya, kalau tidak ada (nama) ya tidak di kasih beli," ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng Roro Sri Mulyaningsih mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi di tingkat provinsi belum lama ini.

Adanya kekosongan karena ketersediaan elpiji melon di Loteng terbatas, sementara pengguna gas yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin meningkat. "Kami usulkan tahun ini 27.300 tabung gas, namun yang direalisasikan sekitar 24 ribu tabung. Sedangkan jumlah kepala keluarga 734 ribu," ucapnya.

Bila dihitung rata-rata penggunaan elpiji melon dua tabung per minggu, maka jatah elpiji melon yang diberikan saat ini sangat rendah. Sementara satu sisi, makin tumbuhnya industri kecil menengah di Loteng membuat kebutuhan elpiji melonjak dan pasokan menipis.

"Mereka (industri kecil menengah, red) pakai tabung 3 kilo sedangkan kita tahu peruntukkan elpiji bagi masyarakat miskin," timpalnya.

Melihat elpiji melon tak tepat sasaran, diakui, Pemkab Loteng akan memberikan sosialisasi bersama Pertamina. Kemungkinan pengguna tabung elpiji 3 Kg harus melalui aplikasi MyPertamina seperti pembelian bahan bakar minyak jenis Pertalite. Langkah ini sebagai upaya memilah kepala keluarga sesuai tingkat perekonomian.

"Agen dan sub agen harus menggunakan fotokopi KTP untuk membeli. Mungkin diawal akan ribet, tapi lama-lama akan terbiasa. Jadi yang menengah ke atas belinya yang lima kilogram," tutup Ningsih. (ewi/r10) Editor : Administrator
#Loteng #elpiji 3 kg #Praya