Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Viral, Warga Hadang Mobil Angkutan Online Bawa Penumpang dari Kuta Mandalika

Lestari Dewi • Minggu, 10 September 2023 | 14:51 WIB

SEPAKAT DAMAI: Jajaran Polsek Kawasan Mandalika gelar pulbaket dengan pihak terkait untuk membuat klarifikasi terkait viralnya video warga hadang mobil online di Kuta, Mandalika pada Jumat (8/9).
SEPAKAT DAMAI: Jajaran Polsek Kawasan Mandalika gelar pulbaket dengan pihak terkait untuk membuat klarifikasi terkait viralnya video warga hadang mobil online di Kuta, Mandalika pada Jumat (8/9).
LOMBOKPOST-Viral di media sosial, sebuah video seorang sopir mobil aplikasi online mengangkut penumpang dari Kuta Mandalika, Loteng pada Jumat (8/9) lalu dihadang. Terjadi adu mulut antara pria yang memakai topi dengan sejumlah warga setempat.

Kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi di kawasan Kuta, Mandalika. Hal tersebut tentunya membuat ketidaknyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata di Pulau Lombok.

Dilansir dari Instagram @instalombok menerangkan video tersebut bahwa kronologi si bapak memakai topi baru saja mengantar tamu dari Kota Mataram ke Kuta Mandalika. Jadi kebetulan saja dia dapat orderan aplikasi online di Kuta Mandalika dan dihadang oleh masyarakat setempat.

Menurut mereka tidak boleh memakai aplikasi online di area Kuta Mandalika. Jadi kalau bulan depan order kendaraan online atau ojol ketika MotoGP di area Kuta, Mandalika semeton (saudara, red) harus berpikir ulang.

Video pun mendapat beragam komentar dari warganet. Seperti tulisan akun @ahda.badruttamam mengatakan "Belum siap bersaing dgn teknologi, perlu pembinaan dan pembekalan. Semoga Lombok Mandalika tetap mendunia dengan kearifan lokalnya. Siapa tau yang order orang luar, pas nyampe kendaraan, shock liat beginian. Kedepan harus ada regulasi jika ingin orang lokal yg menyediakan transportasi daru dan atau ke Mandalika. Begtupun yang transportasi online dikhususkan halte atau jalurnya," tulisnya.

Senada, akun @hakim_husnul menuliskan "Pemkab Lombok Tengah harus turun ni. Selesaikan ini bersama dinas perhubungan dan dinas pariwisata," sebutnya. Komentar serupa ditulis akun @deehati "belum siap menerima teknologi"

Akun lain @azs_zis yang menge-tag akun @polreslomboktengah menuliskan "mungkin tindakan premanisme seperti ini bisa diatensi. Ini sangat mengganggu kenyamanan para wisatawan. Terlebih daerah Lombok Tengah menjadi kawasan ekonomi khusus," tulisnya. Selanjutnya akun @irfan.gare menuliskan "sy sebagai warga Kuta merasa malu dgn tindakan yang seperti ini"

Terpisah, viralnya video tersebut di media sosial menjadi atensi jajaran Kapolsek Kawasan Mandalika. Dengan melakukan pertemuan bersama pihak-pihak terkait. "Giat pulbaket (pengumpulan bahan keterangan, red) berakhir pada Jumat pukul 23.00 Wita dan situasi aman terkendali," ucap Kapolsek Mandalika Iptu Kadek Suhendra yang dikonfirmasi Lombok Post, Minggu (10/9).

Hasil pertemuan menyepakati, pertama meminta kepada Ketua Asosiasi Travel Trans Kuta Lombok Lalu Muhammad Rizal untuk membuat klarifikasi terkait viralnya video tersebut agar permasalahan tidak melebar atau meluas sehingga menjadi image negatif terhadap pariwisata khususnya di KEK Mandalika.

Kedua, dengan adanya kejadian tersebut untuk menjadi bahan evaluasi bagi para anggota Trans Kuta Lombok agar membuat surat resmi yang ditujukan kepada Asosiasi Sopir Grab ataupun taksi online. Surat itu terkait pemberitahuan operasional grab dan taksi online kepada Organda NTB sehingga kedepan tidak ada lagi kejadian serupa. (ewi)

 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#MotoGP #Polsek Mandalika #Polres Lombok Tengah #pariwisata 2023