”Warga yang KAMI sasar adalah keluarga nelayan di pesisir pantai, satu sisi mahal (harga beras) mereka juga tak melaut karena cuaca angin kencang,” ungkap Danramil 1620-04/Praya Barat Kapten Inf. Wage Rudolf S pada wartawan di pesisir Pantai Selong Belanak, Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Loteng, kemarin (15/9).
Ia menuturkan, akibat angin kencang membuat sebagian besar nelayan di pesisir pantai tidak melaut. Kalau pun nekat melaut, sebatas jarak aman dengan hasil tangkapan kurang maksimal. ”Sehingga mendorong pelaku wisata setempat ikut meringankan beban nelayan,” tambahnya.
Perwakilan pelaku wisata Faturrahman mengatakan, sembako yang disalurkan diharapkan membawa keberkahan terhadap geliat pariwisata khususnya di Selong Belanak. Serta wujud memperhatikan kondisi sekitar nelayan atau warga. ”Kami hanya ingin berbagi bersama pada Jumat berkah ini,” katanya.
Selain bantuan sembako, pihaknya sangat berharap dapat melibatkan tenaga kerja sekitar untuk ikut berkontribusi. ”Kami upayakan maksimal 30 persen warga lokal dapat terserap,” singkat Faturrahman.
Edi salah satu nelayan setempat membenarkan, hampir sebulan sudah tak melaut karena angin kencang. Ketika tak melaut ia hanya memperbaiki jaring ikan, sesekali mencari ikan itu pun dengan alat pancing. Hasil yang kurang tentu tidak memadai dengan mahalnya harga beras dan sembako lainnya.
”(Dengan bantuan ini) cukup mengurangi pengeluaran. Bisa lebih berhemat,” tandasnya. (ewi/r11)
Editor : Redaksi Lombok Post